Terkini Nasional
25 Tahun Jadi Klien, Prabowo Dapat Peringatan Khusus dari Hotman Paris: Hari Esok Kita Tidak Tahu
Sudah jadi kliennya selama 25 tahun, Prabowo yang menjadi Presiden Terpilih tengah mendapat peringatan khusus dari Hotman Paris.
Editor: auliamajd
"Ini yang saya suka, tetap konsisten dengan profesinya," komentar akun @hasrinzber***.
Kedekatan dari Hotman Paris dan Prabowo memang sudah terjalin cukup lama.
Terbaru, Hotman Paris menjadi bagian dari Tim hukum dari Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka yang berjuang di sengketa Pilpres 2024 lalu di Mahkamah Konstitusi (MK) lalu.

Baca juga: Dinyatakan Bebas oleh PN Bandung, Pegi Setiawan Diajak Hotman Paris Makan Bareng: Ayo Makan Ramen
Wacana Susu Ikan dalam Program Makan Gratis Prabowo Dikritik Banyak Pihak
Wacana penggunaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi dalam menu program makan bergizi gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menuai sorotan.
Wacana penggunaan susu ikan tersebut, muncul setelah diperkirakan produksi susu sapi nasional tak memadai untuk program tersebut.
Namun, wacana penggunaan susu ikan ini menuai kontroversi.
Sejumlah pihak mengkritik wacana ini lantaran dinilai mengandung gizi yang tidak sebanding dengan susu sapi.
Kritik di antaranya disampaikan oleh dokter dan ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen.
Ia menyebut, manusia memang butuh mengonsumsi ikan sebagai satu di antara sumber protein.
Namun, menurutnya ikan harus dikonsumsi secara utuh, bukan dari ekstraknya.
"Sependek yang saya tahu, manusia itu perlu makan ikan, bukan ekstrak ikannya. Kalau ngomong ekstrak ikan, tentu akan digunakan kondisi-kondisi tertentu," ujar Tan, Rabu (11/9/2024) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Tan, pembuat kebijakan harus memahami tujuan program nasional sebelum benar-benar menggunakan susu ikan dalam menu makan bergizi gratis.
Ia mengatakan, apabila penggunaan susu ikan bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, harus mempertimbangkan hal lain.
Satu di antaranya, beragam karakteristik panganan lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.