Breaking News:

Berita Viral

5 Fakta Viral Pelatih Renang Tendang Alat Vital Guru Olahraga Wanita hingga Pingsan, Korban Trauma

Viral di media sosial seorang wanita mengenakan pakaian renang adu mulut dengan seorang pria yang diduga seorang pelatih renang. Ini faktanya.

Instagram @medsoszone.id via Tribun Medan
Viral pelatih renang pria tendang alat vital guru olahraga wanita di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara. 

TRIBUNWOW.COM - Viral video yang memperlihatkan oknum pelatih renang pria menendang alat vital guru olahraga wanita hingga pingsan, begini faktanya.

Dikutip dari Tribun Medan, peristiwa pelatih renang tendang alat vital guru olahraga wanita tersebut terjadi di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara pada Jumat (2/8/2024) lalu.

Akibatnya, guru olahraga wanita tersebut pingsan hingga akhirnya jatuh ke kolam renang setelah alat vitalnya ditendang.

Baca juga: Viral Mahasiswi Positif Narkoba Tabrak IRT hingga Tewas: Pulang dari Dugem hingga Ngaku Tak Sadar

Momen saat pelatih renang tendang alat vital guru olahraga wanita itu terekam kamera warga yang berada di lokasi dan kini rekaman itu viral di media sosial setelah diunggah Instagram @medsoszone.id.

Dalam keterangan unggahan itu disebutkan akibat insiden itu, guru olahraga wanita itu mengalami pembengkakan dan pendarahan pada bagian vitalnya.

Video seorang guru olahraga perempuan ditndang bagian alat vtalnya oleh seorang pelatih renang pria di kolam renang di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara. Korban mengalami pembengkakan dan pendrahan pada bagian vtlnya,” isi narasi dalam keterangan unggahan itu.

Dalam video viral berdurasi singkat tersebut, tampak awalnya pelatih renang pria itu bersitegang dengan guru olahraga wanita.

Pelatih renang yang terlihat bertelanjang dada itu terlihat beberapa kali mendorong guru olahraga wanita tersebut.

Tak hanya itu, pelatih renang itu juga tampak beberapa kali melayangkan tendangan ke arah guru olahraga.

Sementara itu, guru olahraga tersebut juga terlihat memberikan perlawanan hingga keduanya bersitegang.

Cekcok antara keduanya sempat dihentikan oleh sejumlah orang yang berada di area pinggir kolam renang tersebut.

Namun tiba-tiba, pelatih renang pria itu kembali mendekatkan diri ke guru olahraga wanita dan kemudian menendangnya di bagian alat vital.

Baca juga: Bak Kondangan di Bikini Bottom, Ini Cerita di Balik Viral Pernikahan Anak Pengisi Suara Squidward

Tendangan itu akhirnya membuat guru olahraga itu pingsan hingga akhirnya terjatuh ke dalam kolam renang.

Dalam video tersebut, terlihat penjaga kolam renang mencoba untuk melerai, namun pelaku tetap menyerang korban hingga korban pingsan.

Beruntung, saksi yang melihat sigap dan menolong wanita tersebut dan langsung membawanya ke Klinik.

Lantas bagaimana fakta selengkapnya?

1.  Pengakuan Korban

Diketahui, guru olahraga wanita itu bernama Asliani Siregar (35), sementara oknum pelatih renang berinisial JS.

Asliani Siregar menjelaskan insiden itu bermula saat dirinya sedang mendidik anak-anaknya untuk berenang di Kolam Renang Sabty Garden.

Namun, pelaku yang juga seorang pelatih renang, hadir dan mengganggu proses latihan anak didik korban.

"Kejadian itu berawal ketika saya sedang bersama anak didik saya latihan di kolam Sabty Garden Kisaran. Kemudian, tiba-tiba pelaku datang dan menurunkan anak saya dari batu loncatan karena anaknya mau latihan," kata Asliani, Senin (5/8/2024) dilansir Tribun Medan.

Akibatnya, Korban langsung mendatangi pelaku untuk mempertanyakan apa maksud pelaku menurunkan anaknya yang sedang latihan.

"Tiba-tiba dia datang menyerang saya dan bilang kalau saya pelatih monyet," katanya.

Akibatnya, adu mulut tak dapat terhindari.

Bahkan, pelaku dan korban saling tendang untuk mempertahankan.

"Sampai akhirnya, saya kira sudah selesai. Saya ambil tutup telinga saya yang terjatuh. Tiba-tiba dia datang lagi, dan menendang alat vital saya hingga saya pingsan," katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku trauma dan saat ini sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Asahan untuk diproses secara hukum.

2. Polisi Proses Laporan Wanita yang Ditendang Pelatih Renang hingga Pingsan

Asliani Siregar telah melaporkan perbuatan tersebut ke Polres Asahan dan kini masih dalam proses penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Rianto membenarkan laporan tersebut. Menurut Rianto, kini petugas masih melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut.

"Benar, ada laporan atas nama Asliani Siregar," ungkap Rianto, Senin (5/8/2024).

Lanjutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk melengkapi berkas.

"Pelaku belum, masih periksa saksi-saksi," katanya.

Baca juga: Fakta Baru Pengasuh Ponpes Rudapaksa 4 Santriwati, Pelaku Ternyata Eks Ketua DPRD Magelang

3. PRSI: Guru Renang Les Privat Bukan Pengurus

Terkait aksi tendangan oknum pelatih renang pada alat vital guru olahraga wanita di kolam Renang Sabty Garden, Kisaran, Kabupaten Asaha, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Asahan buka suara.

Menurut keterangan Sekretaris PRSI Asahan, oknum pelatih renang berinisial JS tersebut bukanlah pengurus maupun anggota PRSI Asahan.

Bahkan, PRSI menyayangkan perbuatan oknum pelatih renang tersebut.

"Kejadian tersebut benar terjadi pada Jumat (2/8/2024) lalu. Dimana, oknum tersebut bukanlah anggota maupun pengurus dari PRSi Asahan," kata Agus Salim, Sekretaris PRSI Asahan, Senin (5/8/2024).

Lanjutnya, ia sangat prihatin kejadian yang tidak sepatutnya terjadi tersebut dipertontonkan didepan anak-anak.

"Kami sangat prihatin dan sangat menyayangkan kenapa peristiwa ini bisa terjadi. Kalau ada perselisihan sebaiknya diselesaikan tanpa adanya kekerasan," ungkap Agus.

Agus berharap, perkara ini dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak sampai ke rana hukum.

"Kita berharap, ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus sampai kerana hukum. Semoga ini diselesaikan sebaik mungkin," katanya.

4. Ketua ISORI: Kami Mengutuk Keras Perbuatan Pelaku

Penendangan yang dilakukan oleh oknum pelatih renang di Sabty Garden, Kabupaten Asahan, mendapat kecaman keras dari Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori).

Menurut Ketua ISORI Asahan, Taufik, perbuatan tersebut sangat tidak terpuji dan tidak memiliki etika.

Di mana, perbuatan tersebut ditonton oleh anak-anak didik yang dilatih oleh kedua guru tersebut.

"Kami sari Isori Asahan sangat mengutuk keras kejadian kekerasan yang dilakukan lleh oknum pelatih renang," kata Taufik, Senin (5/8/2024).

Katanya, kejadian tersebut terjadi Jumat (2/8/2024) lalu.

Di mana, korban yang merupakan guru olah raga dianiaya oleh oknum pelatih renang.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami akan terus kawal laporan ini sampai ke Polres Asahan. Korban sudah menjalani visum, dan kini masih di rawat," kata Taufik.

Ia meminta kepada Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) mencabut lisensi pelatih renang tersebut.

"Pelatih renang itu tidak memiliki etika. Dia melakukan kekerasan terhadap wanita, dan didepan anak-anak. Kami meminta agar PRSI mencabut lisensi pelatih tersebut agar tidak bisa lagi melatih," ungkapnya.

Baca juga: 8 Fakta Pembunuhan Irma Novitasari: Korban Sempat Hilang 7 Bulan, Suami Jadi Dalang, Ini Motifnya

Sebab, menurutnya, sebagai pelatih semestinya memberikan contoh kepada anak didiknya.

Selain teknis, etika dan moral tetap harus dibina.

"Kalau begini, bagaimana seorang guru tidak beretika. Kami meminta agar PRSI cabut lisensinya agar tidak bisa melatih dia," tegas Taufik.

5. 3 Saksi Diperiksa

Polisi selidiki kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh JS, oknum pelatih renang di Kisaran yang menendang alat vital wanita hingga pingsan dan jebur ke kolam. 

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Rianto mengaku saat ini sudah memproses laporan korban atas nama Asliani Siregar. 

Menurutnya, proses yang saat ini dilakukan oleh petugas masih pemeriksaan beberapa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian kekerasan tersebut. 

Menurutnya, ada tiga orang saksi yang saat ini masih diperiksa oleh unit PPA Polres Asahan.

Namun, Rianto masih merahasiakan siapa-siapa saja yang saat ini dalam pemeriksaan. 

"Saat ini sudah kita proses. Tahap masih pemeriksaan saksi. Ada tiga orang saksi yang kami periksa. Besok kemungkinan akan kita beri tahu. Hari ini kami masih bekerja," kata Rianto, Senin (5/8/2024). 

Disinggung tribun-medan.com terkait informasi bahwa pelaku sudah diamankan petugas, Rianto hanya tertawa dan tidak menjawab. 

"Sabar ya, saksi-saksi masih diperiksa. Ada tiga orang," ungkap Rianto.  (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul 3 Saksi Diperiksa, Kasus Viral Guru Renang Tendang Alat Vital Guru Wanita hingga Pingsan dan Kronologi Alat Vital Guru Olahraga Wanita Ditendang hingga Pingsan oleh Pelatih Renang di Asahan

Tags:
Kabupaten AsahanSumatera UtaraViralRenangPenganiayaan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved