Breaking News:

Terkini Nasional

Letjen Purn TNI Kiki Syahnakari: Lemhannas Perlu Dilibatkan dalam Rekrutmen SDM BPIP

Kiki Syahnakari mengatakan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) perlu melakukan evaluasi ke dalam, mengingat strategisnya peranan lembaga ini.

Editor: Lailatun Niqmah
HO/TribunWow.com
Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dalam FGD Ketiga Kaji Ulang UUD 1945 dengan tema , “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila Di Era Reformasi”, di Universtias Buana Perjuangan, Karawang, Sabtu (13/7/2024). 

TRIBUNWOW.COM - Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakari mengatakan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) perlu melakukan evaluasi ke dalam, mengingat strategisnya peranan lembaga ini.

Alasannya adalah, lembaga ini perlu penguatan internal mengingat bahwa target audiens adalah seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, SDM BPIP harus memenuhi syarat agar pengimplementasian Pancasila tidak hanya sekedar program.

Juga, tantangan dan ancaman terhadap Pancasila di tahun mendatang semakin kompleks.

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) perlu dilibatkan untuk membantu penyiapan SDM BPIP dalam rangka pengimplementasian nilai-nilai Pancasila.

SDM BPIP harus terlepas dari kepentingan politik suatu partai, golongan, suku ataupun ras.

Harus independen dan juga memenuhi syarat untuk menjadi ujung tombak.

Demikian ditegaskan Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakari di sela-sela FGD Ketiga Kaji Ulang UUD 1945 yang mengambil thema, “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila Di Era Reformasi”, yang diadakan di Universitras Buana Perjuangan (UBP), Karawang, Sabtu (13/07/2024).

Baca juga: Taprof Lemhannas RI AM Putut Prabantoro: Jaga dan Jangan Jual Tanah Adatmu

Acara yang diselenggarakan UBP dan Forum Komunikasi (FOKO) Purnawirawan TNI-Polri dihadiri 125 perguruan tinggi dari 26 provinsi seluruh Indonesia.

“Apa pentingnya BPIP ini, kan kita sudah bahas sejak awal. Pancasila menjadi Dasar Negara kita, dasar dalam kehidupan bernegara. Dan juga menjadi falsafah pandangan hidup kita. Jadi betapa penting Pancasila."

"Nah untuk itu, gimana mengimplementasikan Pancasilanya kepada sekian ratus juta rakyat Indonesia. Ini harus ada lembaga yang mengendalikan ini, itulah BPIP,” ujar Kiki Syahnakri yang merupakan salah satu inisiator dari Kaji Ulang UUD 1945. .

Dijelaskan lebih lanjut oleh Kiki, “Betapa pentingnya BPIP tapi isi dari BPIP ini para politisi atau orang-orang yang ke-Pancasila-an-nya belum cukup. Yang politisi masih punya banyak kepentingan kemudian yang ditunjuk itu pancasilanya belum cukup ya belum mampu berkecimpung dalam wadah BPIP ini.”

Wakasad tahun 2000-2002 ini berharap bahwa, ke depannya perlu diadakan evaluasi terutama terkait siapa saja yang cocok duduk di dalam BPIP ini.

Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri (ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan para utusan dari perguruan tinggi setelah konferensi pers terkait FGD Ketiga Kaji Ulang UUD 1945 dengan tema , “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila Di Era Reformasi”, di Universtias Buana Perjuangan, Karawang, Sabtu (13/7/2024).
Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri (ketiga dari kiri) berfoto bersama dengan para utusan dari perguruan tinggi setelah konferensi pers terkait FGD Ketiga Kaji Ulang UUD 1945 dengan tema , “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila Di Era Reformasi”, di Universtias Buana Perjuangan, Karawang, Sabtu (13/7/2024). (HO/TribunWow.com)

BPIP bukan untuk kaum politisi. Menurutnya, perguruan tinggi seperti Universitas Gadjahmada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (UB) yang memiliki prodi Pendidikan Pancasila perlu diikutsertakan.

UBP juga ada Prodi tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
LemhannasBadan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)Sumber Daya Manusia (SDM)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved