Breaking News:

Terkini Daerah

3 Kisah Pilu Korban Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana, Ada Siswa Tulang Punggung Keluarga

Berikut ini tiga kisah pilu korban tewas dalam kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana asal Depok di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Editor: Lailatun Niqmah
deanza falevi/tribun jabar
Bus parawisata yang mengangkut para siswa dan tenaga pendidik SMK Lingga Kencana Depok yang terguling di Gerbang 2 Pemandian Air Panas Sari Arter, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam. Sebanyak 11 orang meninggal dunia. 

Semasa hidupnya, Suprayogi juga berkontribusi dalam memakmurkan masjid Nurul Muttaqin di lingkungannya.

Seusai meninggal dunia, Suprayogi disalatkan di masjid yang pernah ia makmurkan semasa hidup.

Suprayogi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Istri Suprayogi turut menjadi korban dalam kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok.

Saat ini, sang istri masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Viral Unggahan Terakhir Korban

Sebelum tewas dalam kecelakaan, Ade Nabila Anggraini, siswa SMK Lingga Kencana, sempat membuat unggahan di akun Instagram @adenabila, pada 13 Januari 2024.

Dalam unggahannya, Ade menampilkan empat foto.

Pada foto pertama tampak gambar bunga dan pada foto terakhir merupakan foto selfie-nya.

Dalam tulisan panjangnya itu, Nabila mengurai nasehat soal kehidupan dan kematian.

Berikut caption lengkapnya:

Hidup ini adalah tanggung jawab, bukan pelarian.

Berlari sekencang apapun, menghindar sejauh apapun, yg namanya hidup tetaplah hidup. Dan ia akan selalu penuh dengan tanggung jawab ( bagi yg menyadari, dan kuharap kita semua menjadi sadar akan esensi hidup itu).

Dalam berjuang menggaungkan kebenaran, rasanya jalan itu panjang sekali, bukan? Namun aku pernah membaca serangkaian wacana yg cukup menyentil hatiku.

"Tanggung jawab berjuang dalam jalan kebenaran itu sebenarnya singkat. Kamu hanya perlu berjuang sampai mati. Jika kamu mati besok, maka tanggung jawab mu selesai sampai besok saja. Sudah sesingkat itu."

Kita tak pernah tau kapan atma ini akan diambil oleh Si Pencipta sekaligus Si Pemberi tanggung jawab. Kehidupan ini penuh ketidakpastian. Kamu bisa saja mati saat tertidur, kamu bisa saja mati saat sedang makan makanan favoritmu, kamu juga bisa mati saat sedang tidak melakukan apa-apa. Hidup begitu singkat, tidak ada yg bisa menjamin kamu akan tetap hidup satu menit kedepan. Selagi diberi masa, maka berjuanglah sekuat tenaga dalam jalan yg benar. Tidak ada waktu untuk berlari meninggalkan apa yg sudah diamanahi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
KecelakaanKecelakaan MautSubangSiswa SMK
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved