Breaking News:

Bank BRI Memberikan Makna untuk Indonesia, 2 Pejuang UMKM Kuliner di Sragen dan NTT Jadi Saksi Nyata

Bank BRI bantu dua pejuang UMKM di bidang kuliner asal Sragen dan NTT jadi saksi nyatanya.

Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: adisaputro
HO TribunWow.com
Potret warung Ibu Kartini di Sragen, Jawa Tengah (kiri) dan Sahrul di Nusa Tenggara Timur (kanan). Dua pelaku UMKM yang berhasil berkembang berkat adanya prorgram bantuan peminjaman modal Bank BRI. 

"Keseharian saya jualan, usaha saya di bidang kuliner, warung makanan dan minuman," ujar Kartini.

Kartini menjelaskan awal mulanya mulai menggeluti UMKM di bidang kuliner.

"Pertama jualan itu tahun 2016, sudah berganti tiga kali tempat, yang satu kali ngontrak tiga tahun, harganya naik akhirnya pindah, kedua kalinya ngontrak lima tahun, tapi baru tahun ketiga pindah kesini."

"Awal mulanya dari tahun 2016 cuma jualan kecil-kecilan jualan soto dan es, punya kawan satu itu setengah hari, babat alasnya 6 bulan baru dapat banyak pelanggan, pendapatannya meningkat terus, awal-awal 50, 100, 300 habis 6 bulan muncak Rp 800 ribu," jelasnya kepada TribunWow.com, Sabtu (9/12/2023).

Pasca pandemi covid-19, Kartini memutuskan untuk mengambil modal usaha melalui BRI.

Warung Bu YU Sragen
Potret warung Ibu Kartini, penjual makanan dan minuman di Sragen.

Kartini menjelaskan, pinjaman pertama yang ia ambil pada saat itu dari BRI adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pinjaman tersebut diperuntukkan Kartini untuk membangun tempat usaha.

"Saya kemarin pinjam buat bangun usaha agar tidak ngontrak lagi, bangun buat tambah-tambah," ungkap Kartini.

Setelah lunas, Kartini kembali mengajukan pinjaman ke Bank BRI kali ini melalui program Kredit Umum Pedesaan Rakyat (KUPRA).

Pinjaman kedua itu diperuntukkan wanita yang kesehariannya berjualan sosis, tempura dan sempol itu guna membeli lahan.

Hal itu tak terlepas dari lokasi jualannya saat ini yang sewaktu-waktu bisa tergusur karena berada di atas perairan.

"Itu kan lunas, angsuran sudah lunas, yang kedua ambil lagi rencananya buat beli lahan takut kalau digusur karena tempat saat ini tempat perairan," bebernya.

Untuk pinjaman keduanya, Kartini mengalokasikan dana tersebut untuk anggaran cadangan beli kios dan antisipasi dana operasional jikalau dagangannya tengah sepi.

Untuk kios, Kartini mengungkapkan dirinya akan membuat warung yang juga bisa digunakan sebagai tempat tongkrongan.

"Saya ngambil dulu lagi untuk dana cadangan antisipasi kalau ada yang jual kios biar langsung bisa membayar selain itu juga buat operasional bisnis jika keadaan lagi sepi, selain itu, uang pinjaman itu juga saya gunakan untuk pembuatan warung yang ada tempat tersendiri buat nongkrong," jelas Kartini.

Halaman
1234
Tags:
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)Bank BRISragenNusa Tenggara Timur (NTT)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved