Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Warga Thailand yang Jadi Sandera Hamas telah Kembali ke Negaranya, Pakai Baju Gambar Bendera Israel

Sebelum perang Israel vs Hamas meletus, sekitar 30.000 buruh Thailand bekerja di sektor pertanian Israel.

YouTube Al Jazeera
Para tahanan Hamas yang telah kembali ke Thailand, Kamis (30/11/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 17 orang warga Thailand yang disandera oleh Hamas telah kembali ke negaranya, Kamis (30/11/2023).

Dikutip dari Al Jazeera, para warga itu disandera selama berminggu-minggu oleh Hamas sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023 lalu.

Tahanan Hamas itu mengaku lega dan gembira karena disambut oleh para keluarga di Bandara Bangkok.

Baca juga: Israel dan Hamas Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata Hari ke-7 di Detik Terakhir saat Hari Keenam

17 orang itu terbang dari Israel setelah Kementerian Luar Negeri Bangkok dan Kelompok Muslim Thailand berupaya untuk merundingkan pembebasan mereka.

Diketahui 32 warga Thailand disandera oleh Hamas dalam serangan Badai Al Aqsa itu.

Saat tiba di Bandara, para penumpang di Bandara diminta untuk hening sejenak dan berduka atas tewasnya warga Thailand dalam perang Israel vs Hamas.

“Saya sedih atas kematian 39 rekan kerja saya, dan saya ingin semua orang meluangkan waktu sejenak untuk berduka atas kehilangan mereka,” kata perwakilan kelompok tersebut, Uthai Saengnuan, kepada wartawan.

Baca juga: Berapa Bantuan yang Sudah Diterima Palestina saat Israel dan Hamas Lakukan Gencatan Senjata?

Terlihat para tawanan itu menggunakan baju putih bergambar bendera Thailand dan Israel.

Dua bendera itu terlihat di kaos putih bagian dada dan terletak berdampingan.

Seorang sandera, Pornsawan Pinakalo mengatakan dirinya sedang bekerja di pertanian kentang saat ia dibawa oleh Hamas.

Saat itu bersamanya ada 9 orang yang juga dibawa oleh pejuang Palestina itu.

“Akan lebih baik jika teman-teman kita semua bisa kembali,” ujar Pornsawan.

“Saat saya di sana, saya berusaha untuk tidak terlalu memikirkan apa yang mungkin terjadi, karena saya sedih tidak bisa bertemu keluarga saya lagi.”

Baca juga: Cerita Sandera Israel yang Lihat Warga Palestina Disiksa sampai Mati, Tawanan Hamas Dapat Makan Enak

Yocheved Lifshitz (tengah) dan Nurit Cooper (kanan) dikawal anggota Hamas saat keduanya dibebaskan dan diserahkan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di lokasi yang tak disebutkan, Senin (23/10/2023).
Yocheved Lifshitz (tengah) dan Nurit Cooper (kanan) dikawal anggota Hamas saat keduanya dibebaskan dan diserahkan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di lokasi yang tak disebutkan, Senin (23/10/2023). (AP/AL QASSAM BRIGADES)

Sebelum perang Israel vs Hamas meletus, sekitar 30.000 buruh Thailand bekerja di sektor pertanian Israel.

Jumlah itu menjadikan Thailand adalah kelompok pekerja migran terbesar di Israel.

Sebanyak 9.000 di antaranya telah dipulangkan ke Negara Gajah itu.

Pekerja migran Thailand di Israel sebagian besar berasal dari daerah pedesaan di timur laut negara Asia Tenggara tersebut.

Mereka mencari upah yang lebih tinggi untuk dipulangkan ke keluarga mereka. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
ThailandIsraelPalestinaHamasBangkok
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved