Perang Israel Vs Hamas
Kesaksian Miris Tenaga Medis RS Al-Shifa: Dikepung Israel & Dengarkan Isak Tangis Anak Palestina
Cerita mencekam dari tenaga medis RS Al-Shifa saat pengepungan yang dilakukan oleh tentara Israel.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: adisaputro
Pada hari lainnya, ia juga pernah mendengarkan cerita menyesakkan dari anak laki-laki berusia 12 tahun yang terluka parah seusai serangan membabi buta dilakukan Israel dan menewaskan keluarganya.
“Di hari lain, kami menerima seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, yang terluka parah akibat serangan yang menewaskan keluarganya. Setiap kali dia melihatku, dia akan berkata: 'Bisakah kamu menyembuhkanku atau membiarkanku [mati] bersama mereka?'
“Saya tidak tahu dari mana kami mendapat tenaga untuk melakukan pekerjaan ini. Tuhan pasti memberi kita semua kekuatan untuk terus maju. Para dokter bekerja dengan panik. Mereka rela bekerja selama tiga, empat hari berturut-turut tanpa tidur, melakukan apa pun asalkan bisa menyelamatkan satu anak lagi, satu orang lagi," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menceritakan bagaimana dirinya harus merasakan kehilangan teman dekatnya yang tewas dibunuh oleh tentara Israel.
“Saya punya teman, Islam al-Munshid; Saya terkejut menemukan dia di ruang tunggu suatu hari, terluka parah. Ternyata dia terluka dalam serangan Israel di gerbang al-Shifa sehari sebelumnya, dan saya belum pernah melihatnya di tengah-tengah semua luka yang terjadi. Saya bertanya kepada dokter bagaimana keadaannya, dan mereka berkata : 'Otaknya mati, tapi tubuhnya masih bernapas. Doakan dia beristirahat dengan tenang.'
“Tiga hari, 72 jam, saya akan pergi dan memeriksanya setiap jam untuk melihat apakah dia masih bernapas atau tidak hingga akhirnya dia meninggal.
“Tidak ada yang bisa kami lakukan. Seandainya kami punya peralatan sedikit pun, mungkin kami bisa membantunya, tapi kami tidak punya apa-apa, jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tengkoraknya patah di dua tempat, dan dia memerlukan operasi segera untuk menyelamatkan nyawanya, tapi kami tidak bisa," pungkasnya.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)