Konflik Rusia Vs Ukraina
Serang Markas Armada Laut Hitam, Ukraina Klaim Berhasil Bunuh 1 Laksamana Paling Senior Rusia
Laksamana Rusia Viktor Solokov dilaporkan tewas dalam serangan rudal di markas Armada Laut Hitam di Sevastopol, wilayah Krimea, Minggu lalu.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Laksamana Rusia Viktor Solokov dilaporkan tewas dalam serangan rudal di markas Armada Laut Hitam di Sevastopol, wilayah Krimea, Minggu lalu.
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera.com, Selasa 26 September 2023, pasukan khusus Ukraina mengatakan bahwa komandan Armada Laut Hitam Rusia, Laksamana Viktor Solokov dan 34 perwira lainnya tewas dalam serangan rudal Ukraina terhadap markas armada laut Rusia.
Baca juga: Ukraina Klaim Serangan Sevastopol yang Didanai Inggris-Prancis mengakibatkan Komandan Rusia Terluka
Saat pihak Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menjatuhkan rudal Ukraina, malah Ukraina mengklaim telah membunuh satu di antara perwira paling senior Rusia.
"Unit pertahanan udara Rusia menjatuhkan rudal Ukraina di dekat lapangan terbang militrer Berbek," kata Gubernur Sevastopol yang dilantik Moskow, Mikhail Razvozhayev, melalui aplikasi pesan Telegram pada Senin malam.
Sebelumnya, pasukan khusus Ukraina mengatakan bahwa serangan terhadap markas Angkatan Laut ditujukan untuk pertemuan para pimpinan Angkatan Laut.
“Setelah serangan terhadap markas Armada Laut Hitam Rusia, 34 perwira tewas, termasuk komandan Armada Laut Hitam Rusia. 105 penjajah lainnya terluka. Gedung markas besar tidak dapat dipulihkan,” kata pasukan khusus Ukraina.
Meskipun nama Solokov tidak disebutkan, Anton Grashchenko, Penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, mengunggah nama laksamana dan fotonya di media sosial.
Setelah pernyataan yang di katakan oleh Ukraina, Rusia belum menanggapi hal tersebut dan hanya melaporkan bahwa ada satu orang yang hilang setelah serangan pada hari Jumat tersebut.
Baca juga: Abaikan Ukraina, Rusia Tuduh Negara Barat Lakukan Neo Kolonialisme saat Berpidato di PBB
Meskipun biasanya Rusia dan Ukraina membesar-besarkan dampak yang terjadi pada lawan, lembaga think tank Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington DC mengatakan bahwa akan mudah bagi Moskow untuk menolak klaim Ukraina jika memang benar.
“ISW belum mendapatkan konfirmasi bahwa serangan Ukraina ini membunuh Sokolov atau komandan tinggi Rusia lainnya, meskipun komando Rusia akan dapat dengan mudah menyangkal laporan Ukraina jika laporan tersebut salah,” kata lembaga think tank tersebut.
“Kematian Sokolov dan perwira Rusia lainnya yang dilaporkan, akan menciptakan gangguan signifikan dalam komando dan kendali Armada Laut Hitam Rusia,” lanjutnya.
ISW mencatat bahwa pasukan khusus Ukraina mengklaim serangan rudal di Sevastopol, yang menghantam kapal perang Rusia dan sebuah kapal selam, menewaskan sekitar 62 pasukan Rusia yang ada di tempat tersebut.
Kematian Solokov dan perwira Rusia lainnya merupakan peningkatan tajam yang dikatakan oleh kepala intelejen Ukraina, Kyrylo Budanov, kepada Voic of America pada hari sabtu.
Baca juga: Volodymyr Zelensky Sarankan PBB Cabut Hak Veto Rusia sebagai Hukuman atas Serangan ke Ukraina
Budanov juga mengatakan bahwa alexander Romanchuk, seorang jendral dari Rusia, pemimpin pasukan barisan depan berada dalam kopndisi yang sangat serius.
Ukraina telah meningkatkan serangan ketika pasukannya terus memberi balasan kepada rusia untuk merebut wilayah yang sudah dikuasai.
(TribunWow Magang/Muhammad Al Kautsar)
Berita terkait Ukraina lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Seranga-Ukraina-di-Sevastopol-Rusia.jpg)