Terkini Daerah
Bentrok Proyek Rempang Eco City: Bayi 8 Bulan Jadi Korban Gas Air Mata, Kapolda Akui Telah Humanis
Warga menolak masuknya tim gabungan yang hendak mengukur lahan dan pemasangan patok di Pulau Rempang
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Terjadi bentrok kericuhan soal proyek Rempang Eco City, Pulau Rempang, Kota Batam, Kepri.
Bentrokan tersebut terjadi antara warga Rempang yang menolak proyek Rempang Eco City melawan aparat gabungan TNI dan Polri.
Dikutip dari Kompas.com, bentrokan itu terjadi pada Kamis 7 September 2023 antara warga dan pihak Direktorat Pengamanan BAdan Pengusahaan
(BP) Batam.
Baca juga: Agenda Timnas Indonesia dan Timnas U-23 Bentrok, Shin Tae-yong Utamakan Pimpin Garuda Muda di Solo
Bentrokan terjadi karena warga menolak pengembangan kawasan ekonomi Rempang Eco City di lokasi tersebut.
Petugas gabungan mendatangi lokasi pukul 10.00 WIB, sementara ratusan warga memblokir jalan, mulai dari Jembatan 4.
Warga menolak masuknya tim gabungan yang hendak mengukur lahan dan pemasangan patok di Pulau Rempang.
Sehingga bentrokan pun tak terelakkan lagi.
Baca juga: BREAKING NEWS Polisi Lepaskan Tembakan Gas Air Mata untuk Buka Paksa Blokade Jalan Trans-Papua Barat
Sayangnya bentrokan tersebut melibatkan anak-anak sekolah hingga anak umur 8 bulan yang merupakan warga sipil di dalam rumah.
Dikutip dari Tribun Batam, saat terjadinya bentrokan terlihat Herman yang berlari sambil membawa anaknya yang berumur 8 bulan.
Anak AG tersebut terkena gas air mata yang ditembakkan petugas.
Padahal saat itu AG sedang berada di dalam kamar rumahnya.
Baca juga: TGIPF Ungkap 5 Kesalahan Polisi dalam Tragedi Kanjuruhan: Membabi Buta Tembakkan Gas Air Mata
Dengan wajah yang penuh cemas ia berteriak meminta tolong kepada setiap orang yang ada di tengah bentrok antara warga dan Tim Gabungan.
"Anak saya gak bisa bernafas, tolong anak saya," teriak Herman sepanjang jalan sambil berlari menggendong anaknya.
Dibelakang Herman ada sosok wanita yang juga terihat berlari, dia adalah istrinya Herman.
Wanita yang mengenakan baju kaus merah muda tersebut juga tak bisa menahan kesedihan. "Ya tuhan anak saya, gak bergerak," teriaknya.
Sumber: TribunWow.com
Ajak Masyarakat Desa di Klaten Sadar Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Buat Plangkat & Pojok Tanam |
![]() |
---|
Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan Warga, Mahasiswa KKN 68 UNISRI Gelar HUT ke-80 RI di Desa Manjung |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN 68 UNISRI Tata Kelola Perpustakaan SD 2 Manjung demi Tingkatkan Minat Baca Siswa |
![]() |
---|
Tingkatkan Rasa Percaya Diri, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Public Speaking untuk Siswa SD |
![]() |
---|
Modal HP Pribadi, Mahasiswa KKN Unisri Bantu Promosikan Wisata di Desa Manjung |
![]() |
---|