Rocky Gerung dan Kontroversinya
Laporan Penghinaan Jokowi Tak Mungkin Mempan, Hotman Paris Sebut Syarat Rocky Gerung Dipolisikan
Hotman Paris mengatakan bahwa kasus Rocky Gerung memang bisa dipidanakan menggunakan Undang Undang yang berlaku.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut berkomentar atas kasus yang menimpa pengamat politik Rocky Gerung.
Diketahui, Rocky Gerung dilaporkan banyak pihak karena dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Melalui Instagram pribadinya, Hotman Paris pun turut memberikan komentar, Kamis 3 Agustus 2023.
Baca juga: Rocky Gerung Dipersekusi Warga Sleman dan Diusir dari Yogyakarta Imbas Caci Maki Presiden Jokowi
Hotman Paris terlihat santai berada di Kopi Johny.
"Terkait kasus Rocky Gerung, apa upaya hukumnya? Apa sanksi hukumnya?," ujar Hotman Paris.
Pengacara itu mengatakan bahwa kasus Rocky Gerung memang bisa dipidanakan menggunakan Undang Undang yang berlaku.
"Satu-satunya upaya hukum terhadap Rocky Gerung hanya berdasarkan UU ITE dugaan pencemaran nama baik," katanya.
Namun, ada syarat yang harus dipenuhi agar Rocky Gerung dijerat dengan pasal tersebut.
Baca juga: Kasus Norma Risma Belum Usai? Hotman Paris Unggah Video Baru, Langsung Sentil Kapolda Banten
"Masalahnya pencemaran nama baik itu adalah delik aduan, harus korbannya yang melapor ke polisi."
"Dalam hal ini apabila bapak presiden merasa dirugikan, bapak presiden yang harus datang ke kantor polisi untuk membuat laporan."
"Itulah SOP praktek UU ITE yang berlaku saat ini," tuturnya.
Sehingga, syarat laporan harus disampaikan sendiri oleh Jokowi.
Sementara itu, Jokowi sempat mengatakan jika ia tak ambil pusing soal hinaan yang dilayangkan pada dirinya.
Baca juga: Rocky Gerung Bisa Lolos dari Jeratan Hukum? Ini Kata Pakar soal Kasus Hina Jokowi yang Viral
Diberitakan sebelumnya, potongan video yang memuat ucapan Rocky Gerung yang diduga menghina Jokowi itu beredar di media sosial.
Dalam video yang dilihat Tribunnews, Rocky Gerung menyebut Jokowi hanya memikirkan nasibnya sendiri.