Breaking News:

Terkini Daerah

Kubur Hidup-hidup 7 Bayi Hasil Inses dengan Putri Kandung di Banyumas, Rudi Ungkap Alasan Bejatnya

Ternyata Rudi mendapatkan bisikan dari guru spiritualnya saat merantau ke Klaten.

TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
Foto kiri: Tim Inafis Satreskrim Polresta Banyumas saat melakukan penggalian di lokasi penemuan dugaan kerangka bayi korban aborsi di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Kamis (22/6/2023). Foto kanan: Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Kapolres Banyumas, Kombes Pol Edi Suranta Sitepu membeberkan motif tersangka Rudi melakukan hubungan inses dengan putri kandungnya sendiri.

Rudi ditetapkan menjadi tersangka karena melakukan hubungan sedarah dengan anaknya berinisial E sejak 2013 hingga 2023.

Parahnya lagi, Rudi tujuh kali membunuh bayi hasil hubungan inses dengan E.

Baca juga: Tidak Cemas saat Temui Psikolog, Ini Pengakuan Korban Inses di Banyumas: Saya Tidak Punya Pilihan

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Tribunnews pada Selasa (27/6/2023), Kombes Pol Edi Suranta Sitepu mengungkapkan motif pelaku.

Ternyata Rudi mendapatkan bisikan dari guru spiritualnya saat merantau ke Klaten.

Guru spiritual tersebut mengiming-imingi Rudi cara supaya cepat kaya.

"Tersangka menjelaskan motif yang dilakukan ini, di tahun dia merantau ke daerah Klaten," ujar Kombes Pol Edi Suranta Sitepu.

"Kemudian bertemu seseorang di sana, dan seseorang tersebut menurut dia adalah paranormal," tambahnya.

Rudi diminta untuk bersetubuh dengan putri kandungnya sendiri dan membunuh bayi hasil hubungan inses tersebut sebanyak tujuh kali.

Tampang Rudi alias R (pakai penutup kepala) saat digelandang ke Satreskrim Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Senin (26/6/2023). Rudi melakukan inses dengan anak kandungnya. 7 bayi hasil hubungan terlarang ia bunuh.
Tampang Rudi alias R (pakai penutup kepala) saat digelandang ke Satreskrim Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Senin (26/6/2023). Rudi melakukan inses dengan anak kandungnya. 7 bayi hasil hubungan terlarang ia bunuh. (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati dan TribunJateng/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

Baca juga: Kapolresta Banyumas Ungkap Gelagat Rudi saat Diperiksa terkait Kasus Inses dan Pembunuhan 7 Bayi

Bukan hanya itu saja, Rudi juga harus mengubur hidup-hidup bayi yang baru dilahirkan oleh putrinya.

"Kemudian memberikan saran kepada dia bahwa apabila ingin kaya, maka dia harus melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya," tutur Kombes Pol Edi Suranta Sitepu.

"Dan apabila anaknya lahir maka kubur secara hidup-hidup dan ini harus dilakukan sampai tujuh kali," jelasnya.

Pihak kepolisian masih melakukan lebih lanjut terkait kelakuan bejat Rudi pada anak kandungnya.

Sementara ini, pihak kepolisian menampung keterangan dari Rudi terkait motif aksi kurang terpujinya.

"Ini dilakukan oleh saudara Rudi, dan pemeriksaan masih terus berlanjut, apakah ini hanya karangan dia atau alibi dia," ucap Kombes Pol Edi Suranta Sitepu.

"Tapi yang jelas keterangan dia kami tampung semua," tegasnya.

Baca juga: Ayah di Banyumas Bunuh 7 Bayi Hasil Inses dengan Putri Kandung, Polisi Kini Buru sang Guru Pembisik

Pengakuan Miris Anak di Banyumas Dipaksa Inses dengan Ayah

Terungkap pengakuan ER (28) anak yang dipaksa inses dengan ayahnya sendiri, Rudi (57) di Banyumas, Jawa Tengah.

Dilansir TribunWow.com, ER yang saat itu masih belia, tak bisa melawan lantaran diancam pelaku dengan senjata tajam.

Ia pun terpaksa melayani nafsu bejat sang ayah kandung selama 15 tahun dan melahirkan 7 bayi yang kini ditemukan tinggal kerangka.

Psikolog UPTD PPA Banyumas, Rahmawati Wulansari, yang mendampingi korban, membeberkan kondisi ER.

Ia menilai wanita yang kini ditetapkan sebagai saksi korban tersebut berada dalam keadaan mental yang stabil.

Namun, ER dikatakan sempat mengalami syok saat dipaksa ayahnya berhubungan badan di tahun 2013.

"Ketika melakulan dengan ayah kandungnya pada 2013 saat itu tertekan dan mengagetkan karena itu ayahnya sendiri," ungkap Rahmawati dikutip TribunJateng.com, Selasa (27/6/2023).

Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023).
Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023). (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati dan istimewa via Sripoku)

Menurut pengakuan ER, ia pertama kali mengetahui soal hubungan seksual dari sebuah video.

Ia pun tak menyangka akan melakukan hal tersebut dengan ayah kandungnya sendiri.

"E tahu hubungan seperti itu pertama kali dari satu video yang diperlihatkan temannya. Kemudian ayahnya mengajak melakukan. Dia sangat tertekan pada waktu itu," beber Rahmawati.

Rupanya, pelaku mengancam ER dengan mengacungkan golok sehingga sang anak terpaksa melayani ayahnya.

Terungkap kemudian, ER ternyata pernah melahirkan bayi lain dari hubungan dengan kekasihnya.

Beda dengan 7 anak hasil inses lainnya, anak ER kali ini diadopsi oleh keluarga di Semarang, Jawa Tengah dan saat ini sudah kelas 5 SD.

"Pernah juga melakukan hubungan dengan pacarnya kemudian melahirkan dan tidak dibunuh. E tidak punya pilihan lain selain melayani bapaknya," tandas Rahmawati.(TribunWow.com/Khistian/Via)

Berita terkait lainnya

Tags:
Terkini DaerahBanyumasInsesPembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved