Breaking News:

Terkini Daerah

Tidak Cemas saat Temui Psikolog, Ini Pengakuan Korban Inses di Banyumas: Saya Tidak Punya Pilihan

ER korban inses ayah kandungnya cenderung tenang dan tidak cemas saat pertama kali ditemui oleh psikolog seusai terungkapnya kasus pembunuhan bayi.

Editor: Anung
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati dan Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Rudi (57), seorang ayah di Banyumas, Jawa Tengah mengaku telah membunuh tujuh bayi hasil inses dengan anak kandungnya sendiri, E (26). 

TRIBUNWOW.COM - Sejak masih gadis berusia belasan tahun, ER (26) telah menjadi korban rudapaksa ayah kandungnya Rudi (58).

Mirisnya korban juga melahirkan tujuh bayi pelaku yang mana semuanya berakhir dibunuh oleh pelaku sebagai bagian dari ritual inses sesat.

Dikutip TribunWow dari Kompas, korban ER diketahui tenang dan tidak cemas saat ditemui oleh psikolog.

Baca juga: Polisi Ungkap Sosok Guru Spiritual Asal Klaten yang Ajari Rudi Ritual Inses Wajibkan Bunuh 7 Bayinya

Hal ini disampaikan oleh Psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Pemkab Banyumas, Rahmawati Wulansari.

Rahmawati mengatakan, kondisi psikologis E saat kali pertama melakukan itu dengan ayahnya pasti terganggu. Apalagi saat itu E masih di bawah umur.

"Kalau melihat kondisi kejiwaannya pada 2013 tentu saya bisa membayangkan betapa dia sangat tertekan. Itu sangat mengagetkan, pertama kali melakukan dan kebetulan ayah sendiri," ujar Rahmawati.

Namun E tidak punya pilihan lain, termasuk ibunya karena sama-sama mendapat ancaman hingga melahirkan anak pertama pada tahun 2013.

Hubungan dan ancaman itu juga terus berulang hingga melahirkan anak ketujuh pada 2021 lalu.

Kepada Rahamati, E mengatakan sebetulnya tidak menikmati hubungan tersebut.

"Dia bilang 'saya tidak menikmati, tapi saya tidak punya pilihan. Jadi ya sudah lah melayani kebutuhan biologis ayah, melayani ayah makan'," kata Rahmawati.

E juga tetap hidup dengan ayahnya di sebuah gubuk, meski kata Rahmawati, E punya kesempatan melakukan banyak hal di luar sana.

"Mungkin di awal saya prediksi pasti trauma, tapi lama-kelamaan tidak ada pilihan untuk terus melakukan sampai tujuh kali," ujar Rahmawati.

Baca juga: Ayah di Banyumas Bunuh 7 Bayi Hasil Inses dengan Putri Kandung, Polisi Kini Buru sang Guru Pembisik

Menurut Rahmawati, saat ini psikologis E dalam kondisi baik.

"Pada pertemuan pertama saya melihat dalam kondisi psikologis yang stabil, tidak ada tekanan, ketegangan atau kecemasan," kata Rahmawati.

Diberitakan sebelumnya, sampai saat ini polisi menetapkan E sebagai saksi korban kasus inses dan pembunuhan tujuh bayi.

Bayi-bayi tersebut dibunuh sesaat setelah dilahirkan dan dikubur di kebun tempat tinggal mereka di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Curhat" Anak di Banyumas Inses dengan Ayah Kandung hingga Lahirkan 7 Bayi lalu Dibunuh, Sempat Diancam dengan Golok"

Tags:
InsesBanyumasAyah Rudapaksa AnakMayat BayiKasus Pembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved