Berita Viral
Minta Tolong ke Jokowi, Siswa SMP di Lahat Ngaku Diintimidasi Oknum Jaksa dan Diancam akan Dipenjara
Seorang siswa SMP di Lahat mengaku telah menerima intimidasi dari seorang oknum jaksa.
Editor: Anung
Tak hanya itu saja, AK mengaku orang tua diintimidasi hingga diancam akan memenjarakan dirinya jika tidak berdamai.
"Orang tua saya pernah diminta datang ke jaksa tapi orang tua saya diancam bahwa saya akan dipenjarakan dan memaksa orang tua saya untuk berdamai," ungkapnya.
Kendati begitu, AK meminta meminta keadilan dalam kasus tersebut kepada Presiden Jokowi.
"Bapak kan Presiden bantu saya pak Jokowi kasihanilah kami," pungkasnya.
Kronologi Versi Keluarga AK
Adapun bermula dari kasus yang menimpa adiknya terjadi pada Jumat kemarin, (9/10/2023) di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat.
Berlan kakak dari AK kepada wartawan Sriwijaya Post saat dihubungi, Sabtu (10/6/2023).
Diungkapkan Berlan, ia dan keluarga merasa tidak mendapatkan keadilan dan bak dipermainkan oleh pihak kejaksaan.
Saat itu, adiknya duduk sekitar 20 meter dari Masjid desa tiba tiba didatangi HS lantas menuduh adiknya mencuri uang Masjid.
Baca juga: Viral karena Rawat Anak Majikan yang Disabilitas, Siti Dituduh Jadikan Sha Wang Mesin ATM: Cek Saja
Tak lama berselang, disampaikan Berlan datanglah anaknya HS yakni JW yang langsung memukul dan mencekek leher adiknya.
"Atas kejadian itu adik saya mengadu ke saya dan kemudian kejadian itu sorenya kami laporkan ke Polres Lahat. Sore itu juga langsung visum, "sampainya.
Kasus tersebut kemudian bergulir di Polres Lahat, lalu pada tanggal 8 Februari 2023, kejaksaan memanggil orangtua kabar.
"Datanglah bapak, ibu dan saya ke Kejaksaan. Tapi pas di kejaksaan saya gak dibolehin masuk ke ruang Jaksa yakni SD, "ujarnya.
Ketika didalam ruang SD itulah, kata Berlan kedua orang tuanya diintimidasi dengan meminta agar pihak keluarga kami mau berdamai.
Tak hanya itu, jaksa SD mengancam kalau Akbar akan dipenjara karena terlapor juga melaporkan AK.