Breaking News:

Terkini Daerah

Nasib Tragis Bidan dan Anak Tewas di Tangan Tetangga lalu Jasad Disimpan di Kamar, Ini Kisahnya

Terkuak sosok pelaku pembunuhan bidan dan anaknya di Simalungun, Sumatera Utara.

Editor: Jayanti Tri Utam
TribunWow.com/Octavia Monica P
Ilustrasi - Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan bidan, LHH (42) dan putranya, AFLG (12) di Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (27/4/2023). 

TRIBUNWOW.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan bidan, LHH (42) dan putranya, AFLG (12) di Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (27/4/2023).

Dilansir TribunWow.com, pelaku ternyata tetangga korban berinisial SD (23).

Di hadapan polisi, SD mengaku tega membunuh ibu dan anak itu karena terlilit utang.

Sebagai informasi, kedua jasad korban ditemukan dalam kondisi membengkak di salah satu kamar rumah korban di Kompleks Perumahan Mutiara Landbouw, Huta V Nagori Bandar, Kecamatan Bandar, Simalungun, Sumatera Utara pada Selasa (18/4/2023).

Baca juga: Sandiwara Licik Ayah Bunuh Bayi 3 Bulan di Pati, Pura-pura Nangis hingga Baca Yasin 41 Kali

Selain itu ditemukan bercak darah dan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diketahui, pelaku tinggal satu komplek dengan korban yang jaraknya hanya empat rumah.

Kronologi pembunuhan

Sebelum kejadian, awalnya pelaku hendak merampok rumah korban karena terlilit utang.

Dia sebelumnya merental satu unit mobil lalu menggadaikannya senilai Rp 30 juta.

Kemudian jatuh tempo pembayaran gadai pada 15 April 2023.

Pelaku kemudian mencari cara untuk menebus mobil rental tersebut.

Pada Jumat (14/4/2023), pelaku kemudian merencanakan merampok rumah korban.

Pelaku kemudian masuk ke rumah yang tak dikunci.

Namun, korban berteriak karena mengetahui aksi pelaku.

Baca juga: Nasib Tragis Peneliti BRIN Andi Pangerang seusai Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Kini Ditangkap

Pelaku kemudian membunuh LHH dengan pisau yang dia bawa.

LHH mengalami luka tusukan di bagian leher dan dada. T

ak hanya itu, pelaku juga menghabisi nyawa anak korban yang terbangun karena teriakan ibunya.

Pelaku menusuk korban di leher dan perut.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku keluar menuju kamar mandi untuk membersihkan darah dan pisau lalu diletakkan di atas bak kamar mandi.

Pelaku kemudian mengumpulkan dua mayat korban di kamar dan melarikan diri melalui pintu depan rumah korban lalu menuju rumahnya.

"Kemudian kenapa anaknya juga menjadi korban, dari pengakuan pelaku, korban pertama teriak, kemudian anaknya terbangun di kamar belakang langsung mendatangi pelaku, 'Kenapa kau sakiti Ibuku? Langsung dilakukan tindakan kekerasan pada yang bersangkutan. Setelah korban meninggal, dikumpulkan di dalam kamar," kata Kapolres Simalungun AKBP Ronald FC Sipayung di Kompleks Brimob Subden II B Pematang Siantar, Sumut, Selasa (2/5/2023).

Usai menghabisi nyawa kedua korban, pelaku membawa kabur ponsel korban.

"Ternyata dipastikan bahwa yang hilang itu hanya handphone. Perhiasan milik korban masih ditemukan utuh dan lengkap di kamar korban,” kata dia.

"Kita tangkap sembilan hari kemudian, sekitar tanggal 27 April 2023 karena pelaku saat itu berpindah-pindah bahkan sampai sempat ke Aceh, tapi kita tangkap di Medan," kata dia.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ronald mengatakan, pasal yang dikenakan ini didasari adanya bukti sebelum pelaku melakukan aksinya yakni membeli pisau yang ditemukan di TKP.

Baca juga: Nasib Tragis Peneliti BRIN Andi Pangerang seusai Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Kini Ditangkap

Penemuan jasad korban

Sebelumnya warga sekitar curiga dengan bau yang bersumber dari rumah korban di Komplek Perumahan Mutiara Landbouw, Huta V Nagori Bandar, Kecamatan Bandar.

Tetangga korban melihat pagar rumah tertutup dan di teras rumah terparkir mobil dan sepeda motor.

Sementara kunci pintu rumah tergantung.

Lalu tetangga korban memberanikan diri untuk membuka pintu.

Setelah dibuka, jasad ibu dan anaknya itu ditemukan di dalam rumah dengan kondisi membusuk.

“Gerbang tertutup tapi tak dikunci, ku tengok kunci rumahnya tergantung di pintu. Pas kubuka pintunya, rupanya ada bekas darah di lantai,” ujar seorang ibu, warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Kadis Kesehatan Simalungun Edwin Tony Simanjuntak mengatakan korban merupakan PNS Dinas Kesehatan menjabat sebagai Bendahara BOK Puskesmas Bandar Huluan.

Edwin mengatakan, berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Bandar Huluan, sejak Jumat 14 April 2023 korban sudah tidak masuk kerja.

"Benar, korban sebagai Bendahara BOK Puskesmas Bandar Huluan,” katanya. (*)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Pembunuhan Bidan dan Putranya di Simalungun, Awalnya Pelaku Hendak Merampok"

Sumber: Kompas.com
Tags:
Kasus PembunuhanPembunuhan sadisIbu dan AnakMayat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved