Terkini Daerah
Kabur saat Percobaan Rudapaksa Kepergok Pemilik Kos, Pegawai Pemprov Sulbar Ajak Damai Korban
Pegawai kontrak Pemprov Sulbar mengajak korban untuk berdamai seusai aksi rudapaksa yang ia lakukan gagal karena kepergok pemilik kos korban.
Editor: Anung
Kejadian bermula saat A menghubungi melalui pesan WhatsApp beberapa saat sebelum waktunya berbuka puasa.
"Jelang Maghrib, tidak lama kemudian dia sudah datang,"

Baca juga: Viral, Jumirah Kini Dikejar-kejar Kepala Dusun setelah Terima Ganti Rugi Tol, Minta Bagian Rp 1 M
Setelah bertemu, A mencoba mencairkan suasana dengan berbicara ke KM selama kurang lebih 15 menit.
Menurut KM, laki-laki tersebut memang kerap berkunjung ke tempat tinggal KM.
"Tapi belum cukup lima kali, sebelum kejadian semua baik-baik saja," ia menambahkan.
Kemudian, pelaku tiba-tiba mencengkram leher KM hingga lemas.
Pelaku juga sempat mencumbu korban dan mengigit bibirnya hingga berbekas.
"Mula-mula dia peluk, dicekik, dan dibekap mulut saya, hingga mengancam akan membunuh saya,"
"Dia sudah bertelanjang badan dan terus berusaha membuka pakaian saya hingga melepas satu kancing baju dan menyisakan celana dalam saya," ungkap korban.
Saat ada kesempatan, dengan sisa-sisa tenaga KM berusaha berteriak memohon pertolongan agar penghuni kos mendengar.
"Saya hanya bisa teriak mamak tolong,"
Penghuni kos yang lain juga tidak langsung menolong sebab tidak menyangka, ada kejadian tidak menyenangkan itu.
Kata dia, tidak lama kemudian pemilik kos datang mendobrak pintu.
"Pelaku lantas lari hanya mengenakan celana, meninggalkan baju dan arlojinya,"
Setelah kejadian itu, KM ditemani pemilik kos melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju, sekira pukul 21.00 WITA.
Korban sudah melakukan visum di rumah sakit. Kini korban masih trauma atas kejadian tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSulbar dengan judul Keluarga Pelaku Pemerkosaan di Mamuju Datangi Keluarga Korban, KM: Saya Tidak Akan Pernah Mau Damai!