Terkini Daerah
Kabur saat Percobaan Rudapaksa Kepergok Pemilik Kos, Pegawai Pemprov Sulbar Ajak Damai Korban
Pegawai kontrak Pemprov Sulbar mengajak korban untuk berdamai seusai aksi rudapaksa yang ia lakukan gagal karena kepergok pemilik kos korban.
Editor: Anung
TRIBUNWOW.COM - Pegawai atau tenaga kontrak Biro Umum Pemprov Sulbar berinisial AH alias A (30) berupaya menempuh jalur damai setelah sempat melakukan aksi percobaan rudapaksa terhadap KM (26) di indekos korban di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (10/4/2023).
Tersangka kabur dari tempat kejadian perkara (TKP) setelah teriakan permintaan tolong korban didengar oleh pemilik indekos korban yang kemudian mendobrak pintu kos.
Dikutip TribunWow dari TribunSulbar, setelah tersangka diamankan oleh pihak kepolisian, keluarga pelaku aktif mendekati korban meminta agar kasus diselesaikan lewat jalur damai.
Baca juga: Pria Mamuju Coba Rudapaksa Teman yang Disukai sejak Kuliah, Pemilik Kos sempat Datang Dobrak Pintu
"Bukan saya na datangi, tapi keluarga ku di rumah," ungkap KM kepada Tribun-Sulbar.com saat ditemui di Pondok Adisa, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (12/4/2023).
KM adalah warga Kecamatan Tapalang, namun tinggal untuk bekerja di Mamuju.
Sedangkan pelaku AH (30) merupakan pemuda Desa Saletto, Kelurahan Simboro, Mamuju, Sulbar.
Saat kejadian, AH menyakiti fisik KM agar nafsu bejatnya dapat terpenuhi.
Bahkan sampai mengancam akan membunuh korban jika berteriak minta tolong.
Beruntung bagi korban, pemilik kos menyadari hal itu lalu mendobrak pintu, sehingga aksi bejat AH dapat dihentikan.
Kini mental KM juga ikut terganggug, dia takut bepergian.
"Dia (pelaku) maunya damai tapi saya tidak akan pernah mau untuk damai," tegas KM.
KM berharap, pelaku tetap dihukum atas perbuatannya.
Kenal Sejak 2014
Sementara itu, dalam kesaksian korban KM (26), mengaku kenal lama dengan pelaku A (30).
"Dia memang suka dengan saya sejak masih kuliah, saya kenal sejak 2014," kata KM saat ditemui Tribun-Sulbar.com di kos tempat tinggalnya, Selasa (11/4/2023).
Kejadian bermula saat A menghubungi melalui pesan WhatsApp beberapa saat sebelum waktunya berbuka puasa.
"Jelang Maghrib, tidak lama kemudian dia sudah datang,"

Baca juga: Viral, Jumirah Kini Dikejar-kejar Kepala Dusun setelah Terima Ganti Rugi Tol, Minta Bagian Rp 1 M
Setelah bertemu, A mencoba mencairkan suasana dengan berbicara ke KM selama kurang lebih 15 menit.
Menurut KM, laki-laki tersebut memang kerap berkunjung ke tempat tinggal KM.
"Tapi belum cukup lima kali, sebelum kejadian semua baik-baik saja," ia menambahkan.
Kemudian, pelaku tiba-tiba mencengkram leher KM hingga lemas.
Pelaku juga sempat mencumbu korban dan mengigit bibirnya hingga berbekas.
"Mula-mula dia peluk, dicekik, dan dibekap mulut saya, hingga mengancam akan membunuh saya,"
"Dia sudah bertelanjang badan dan terus berusaha membuka pakaian saya hingga melepas satu kancing baju dan menyisakan celana dalam saya," ungkap korban.
Saat ada kesempatan, dengan sisa-sisa tenaga KM berusaha berteriak memohon pertolongan agar penghuni kos mendengar.
"Saya hanya bisa teriak mamak tolong,"
Penghuni kos yang lain juga tidak langsung menolong sebab tidak menyangka, ada kejadian tidak menyenangkan itu.
Kata dia, tidak lama kemudian pemilik kos datang mendobrak pintu.
"Pelaku lantas lari hanya mengenakan celana, meninggalkan baju dan arlojinya,"
Setelah kejadian itu, KM ditemani pemilik kos melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju, sekira pukul 21.00 WITA.
Korban sudah melakukan visum di rumah sakit. Kini korban masih trauma atas kejadian tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSulbar dengan judul Keluarga Pelaku Pemerkosaan di Mamuju Datangi Keluarga Korban, KM: Saya Tidak Akan Pernah Mau Damai!