Terkini Nasional
Terungkap Identitas 4 Korban Pembunuhan Berantai Dukun Banjarnegara, Mayoritas dari Luar Jawa
Identitas korban pembunuhan berantai oleh dukun Mbah Slamet asal Banjarnegara mulai terungkap.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas sebagian korban pembunuhan dukun pengganda uang asal Banjarnegara, Jawa Tengah bernama Slamet Tohari alias Mbah Slamet.
Dilansir TribunWow.com, identitas korban diketahui dari KTP yang ditemukan oleh polisi di jasad korban.
Sebanyak 4 orang berhasil diindentifikasi dari total 12 korban yang kesemuanya telah diracun oleh sang dukun.
Baca juga: Kisah Viral Dukun Pencabut Nyawa di Banjarnegara, 12 Korban Tewas dalam 5 Menit dengan Cairan Potas
Ditemui di kantor Polda Jateng, Rabu (5/4/2023), Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iqbal Alqudusy, menuturkan dua korban yang baru dikenali adalah pasangan suami istri asal Lampung.
"Iya warga Lampung," ungkap Iqbal Alqudusy dikutip TribunJateng.com.
Korban adalah Irsad (44), dan istrinya, Wahyu Tri Ningsih (41), warga asal Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Untuk memastikan identitas korban, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Polda Lampung.
"Kami sudah hubungi Polda Lampung untuk mencocokkan data antemortem keluarga korban," tandasnya.
Baca juga: Viral Dukun Pencabut Nyawa asal Banjarnegara, Cari Mangsa Lewat Facebook dan Bunuh dengan Racun

Selain pasangan asal Lampung tersebut, polisi juga sudah berhasil mengidentifikasi jasad Paryanto, (53), warga asal Sukabumi, Jawa Barat.
Kemudian pria atas nama Mulyadi, warga Palembang yang dikubur satu liang bersama kekasihnya.
"Ada sepasang kekasih asal Palembang atas nama Mulyadi dan pacarnya dikubur di liang yang sama," terang Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di kantornya, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/4/2023).
Sejauh ini, pihak kepolisian telah menemukan total 12 jasad korban pembunuhan oleh Tohari alias Mbah Slamet.
Untuk memudahkan klasifikasi, polisi menuliskan nomor-nomor di tiap liang tempat penemuan mayat.
Di mana korban Paryanto dikuburkan dalam liang nomor 1, sementara satu pria asal Gunungkidul, Yogyakarta dikubur di liang nomor 2.
Sepasang pria dan wanita warga Tasikmalaya, Jawa Barat dikubur di liang nomor 3, dan pasangan lain asal Jakarta dikubur di liang nomor 4.
Kemudian Mulyadi dan kekasihnya dikubur di liang nomor 5, dan dua warga asal Yogyakarta dikubur di liang nomor 6.
"Tiap dua jenazah Dikubur di lima liang berbeda. Sisanya ada di tiap satu liang," ungkap Ahmad Luthfi.
Baca juga: Kisah Viral Pembunuhan Berantai Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara, Terkuak Motif Bunuh 11 Korban
Kades: Luar Biasa Miris
Seorang pria bernama Tohari (45) yang mengaku sebagai dukun pengganda uang bernama Mbah Slamet, diduga menjadi dalang pembunuhan berantai.
Dilansir TribunWow.com, kejahatan Tohari terungkap setelah adanya laporan kehilangan pria berinisial PO (53) yang jasadnya ditemukan terkubur di hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Namun ternyata, pada Senin (3/4/2023), pihak kepolisian menemukan ada 10 jasad lagi, diduga korban pembunuhan oleh Tohari dan anak buahnya, BS.
Baca juga: Viral Dukun Pencabut Nyawa asal Banjarnegara, Cari Mangsa Lewat Facebook dan Bunuh dengan Racun
Adapun penggalian tersebut dilakukan sejak Minggu dan dilanjut pada Senin siang hingga pukul 15.00 WIB.
"Hari ini kami kembali melakukan penggalian di lokasi yang sama dengan lokasi kemarin, lahan milik pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratamadikutip TribunJateng.com.
Sementara ini, jasad yang berhasil dievakuasi berjumlah 11 orang, termasuk PO.
Namun petugas menduga masih ada korban lain yang mungkin dikubur di sekitar lokasi.
"Untuk jumlah pastinya belum bisa kami pastikan," lanjutnya.

Baca juga: Awal Mula Terbentuknya Komplotan Pembunuh Berantai Wowon Cs, Berawal dari Perkenalan Tak Biasa
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Balun, Mahbudiono mengaku jarang bertemu dengan Tohari apalagi mengetahui profesinya.
"Kesehariannya jarang kelihatan orangnya, usahanya kelihatannya juga kurang jelas," ungkap Mahbudiono dikutip kanal YouTube Tribun Jateng.
Ditemui di lokasi penggalian, Senin (3/4/2023), Mahbudiono mengaku pernah mendapat aduan orang hilang yang diduga terkait pelaku.
Ia juga mengetahui profesi dukun yang digeluti Tohari dari penuturan warga Pekalongan, Jawa Tengah yang pernah ditipu.
"Ada pengadu ke saya, orang dari Pekalongan bahwa Pak Tohari ini pernah menjadi seorang (dukun) penggandaan uang, tapi hasilnya nihil," beber Mahbudiono.
"Yang datang menemui saya waktu itu satu orang dari Palembang, kita sudah klarifikasi, kita tangani dari kepolisian juga. Dia mencari keluarganya."
Mahbudiono dan masyarakat sekitar mengaku terkejut di desanya ada pembunuh berantai yang berkeliaran.
Apalagi mengetahu mayat-mayat korban dikuburkan di hutan dekat dengan perkampungan mereka.
"Luar biasa ini miris sekali. Satu mayat saja ini juga saya merinding, kenapa ada kasus seperti ini di sini. Apalagi ini sudah tambah lagi, ini di luar dugaan," beber Mahbudiono.
"Masyarakat juga kaget dan resah dengan adanya kejadian seperti ini," tandasnya.
Baca juga: Makam Korban Wowon Cs Pembunuh Berantai Dibongkar Hari Ini, Keluarga Siti Fatimah: Semua Siap
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
(TribunWow.com)