Tips Kesehatan
Badan Keamanan Pangan Eropa Temukan Senyawa Penyebab Sel Kanker Ada di Bahan Makanan Sehari-hari
Nitrosamin telah terdeteksi dalam makanan termasuk daging yang diawetkan, disebut jadi senyawa penyebab kanker.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Senyawa kimia penyebab kanker dideteksi oleh Badan Keamanan Pangan Eropa.
Dikutip TribunWow.com dari Channel News Asia, senyawa kimia penyebab kanker itu disebut nitrosamin, Selasa (28/3/2023).
Nitrosamin terdeteksi dalam berbagai macam makanan sehari-hari dan bisa menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen.
Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan Buah Pisang, Mengatasi Asma hingga Mengurangi Risiko Kanker
Sebanyak 10 nitrosamin yang tak sengaja ditambahkan ke makanan tetapi bisa terbentuk selama pemrosesan.
Senyawa ini bersifat karsinogenik dan juga genotoksik yang berarti bisa merusak DNA.
Hal ini dikatakan berdasarkan studi baru yang dilakukan oleh Badan Uni Eropa (UE).
"Penilaian kami menyimpulkan bahwa untuk semua kelompok umur di seluruh populasi UE, tingkat paparan nitrosamin dalam makanan menimbulkan masalah kesehatan," kata Dieter Schrenk, ketua panel EFSA tentang kontaminan dalam rantai makanan.
"Berdasarkan penelitian pada hewan, kami menganggap kejadian tumor hati pada hewan pengerat sebagai efek kesehatan yang paling kritis," tambahnya.
Baca juga: 8 Manfaat Kesehatan Popcorn untuk Tubuh, Baik untuk Penderita Diabetes hingga Cegah Kanker
Nitrosamin telah terdeteksi dalam makanan termasuk daging yang diawetkan, ikan olahan, kakao, bir, dan minuman beralkohol lainnya, kata EFSA.
Sementara dari makanan tersebut, kelompok yang menyita perhatian adalah daging yang diawetkan.
"Kelompok makanan paling penting yang berkontribusi terhadap paparan nitrosamin adalah daging, katanya.
Schrenk mengatakan penelitian tersebut menggunakan skenario terburuk dengan asumsi bahwa semua nitrosamin yang terdeteksi dalam makanan berpotensi menyebabkan kanker sebagai bentuk senyawa yang paling berbahaya.
Baca juga: Manfaat Kesehatan Tomat untuk Kulit, Bersifat Anti-penuaan hingga Melindungi dari Bahaya Kanker
EFSA menambahkan bahwa ada kesenjangan pengetahuan tentang keberadaan nitrosamin di beberapa kelompok makanan.
Disarankan diet seimbang dengan berbagai macam makanan untuk mengurangi konsumsi nitrosamin.
EFSA mengatakan pendapatnya akan dibagikan dengan Komisi Eropa - badan eksekutif UE.
Selanjutnya akan membahas langkah-langkah manajemen risiko potensial dengan negara-negara di blok beranggotakan 27 negara. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)