Pilpres 2024
Meski Ganjar Kembali Salip Anies dan Prabowo di Survei, Pilpres 2024 Diprediksi Penuh Ketidakpastian
Survei Indikator Politik menilai Pilpres 2024 masih menunjukkan ketidakpastian meski Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus merajai survei.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
"Saya kira ini satu masa, di mana proses kompetisi elektoral memang betul-betul melahirkan semacam ketidakpastian. Pertama, karena tidak ada petahana di 2024. Kedua, calon-calon yang muncul itu sangat kompetitif, terutama di 3 nama, tidak ada satupun nama yang dominan," ujar Burhanuddin dikutip Kompas.com.
"Ganjar meskipun di peringkat pertama, itu juga tidak terlalu besar. Bahkan, dalam beberapa bulan cenderung mengalami stagnansi," tandasnya.
Baca juga: 3 King Maker Jadi Penentu Duet Ganjar Pranowo-Prabowo, Pengamat: Kalau Direstui Bisa Maju 2024
Megawati: Survei Itu Dinamis
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri buka suara terkait hasil survei sejumlah lembaga nasional.
Dilansir TribunWow.com, hasil survei tersebut menunjukkan keterpilihan PDIP berada di atas partai lainnya.
Adapun pernyataan tersebut dibuat setelah munculnya hasil survei Litbang Kompas di mana Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menduduki puncak elektabilitas Capres 2024.
Baca juga: Sebut Erick Thohir Cocok Dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, Pengamat: Cawapres Paling Tepat
Pernyatan tersebut disampaikan Megawati dalam acara pendidikan kader perempuan yang digelar tertutup di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (23/2/2023).
"Meski di dalam hasil berbagai survei, kita PDI Perjuangan selalu di atas. Namun saya tekankan, survei itu dinamis," kata Megawati dikutip Kompas.com.

Baca juga: Ganjar Pranowo Mania Bubar dan Merapat ke Prabowo, Relawan Ganjarist Justru Terbahak: Ini Anugerah
Sementara itu pada kesempatan yang sama, pihak PDIP turut memberikan respons atas hasil elektabilitas Ganjar dalam survei Litbang Kompas.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto berpandangan hasil tersebut merupakan buah dari kaderisasi partai.
"Elektoral yang tinggi yang dipersepsikan oleh masyarakat dan ditunjukkan dari hasil survei, itu buah dari kaderisasi, buah dari proses penggemblengan dari rebonding antara kader-kader PDIP dengan rakyat," ujar Hasto dikutip Kompas.com.
Kembali lagi, Hasto menekankan bahwa hasil survei tersebut tidak akan mempengaruhi keputusan Megawati memilih kandidat capres dari partainya.
"Sekali lagi bahwa momentum yang tepat, kapan calon itu akan diumumkan, itu adalah kewenangan Ketum Ibu Megawati Soekarnoputri," tandasnya.(TribunWow.com/Via)