Berita Viral
Kepergok Pernah 9 Bulan Sewa Hotel, Bursok Anthony ASN DJP yang Viral Sentil Sri Mulyani Buka Suara
Bursok Anthony yang viral sentil Sri Mulyani mengakui pernah menginap di hotel selama 9 bulan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Bursok Anthony Marlon (BAM) kepergok pernah tinggal di hotel selama 9 bulan bersama keluarganya.
Dilansir TribunWow.com, Bursok yang kini viral lantaran menentang Menteri Keuangan Sri Mulyani justru terang-terangan mengakui hal tersebut.
Ia membenarkan pernah menginap di Hotel ASEAN Medan (kini Hotel Radisson Medan) dengan izin Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Baca juga: Sentil Sri Mulyani setelah Bubarkan Moge, Ini Sosok Bursok Anthony ASN DJP yang Viral di Twitter
Diketahui, Bursok hingga saat ini berstatus sebagai ASN yang berdinas di instansi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Ia menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha dan Rumah Tangga di Kanwil DJP Sumut II.
Menurut pengakuannya, Bursok dan keluarga menginap selama 9 bulan di hotel tersebut pada tahun 2006.
Ia mengaku memiliki masalah keluarga yang mendesaknya untuk tinggal sementara di hotel.
Bursok mengklaim hanya menyewa satu ruang kamar yang diisi tujuh orang, yakni dirinya, sang istri, tiga anak mereka dan dua asisten rumah tangga (ART).
Menurut Bursok, ia membayar tagihan sebesar Rp 10 juta per bulan yang rajin dilunasi setelah mendapat gaji.
“Saya bayar bulanan waktu itu. Rp 10 juta per bulan. Saya bayar tiap tanggal 1 setiap (bulan) habis gajian. Saya ambil 1 kamar standar yang diisi saya, istri saya, tiga anak saya, dan dua pembantu," terang Bursok dikutip Tribun-Medan.com, Kamis (2/3/2/2023).
Baca juga: Sri Mulyani dan Mahfud MD Curigai Harta Ayah Mario Dandy, Nilai Tak Wajar dan Diduga Pencucian Uang
Ia mengaku memilih tinggal di hotel karena alasan keamanan, yang sudah diketahui oleh Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (Kitsda) DJP.
"Kenapa saya pilih hotel karena di hotel kan ada CCTV untuk keamanan. Karena pada saat itu saya ada masalah keluarga aja. Dan saya sudah minta ijin ke Direktorat Kitsda dan alasan-alasannya. No problem kata mereka," imbuhnya.
Alih-alih menunjukkan gaya hidup mewah, Bursok justru merasa lebih bisa menghemat jika tinggal di hotel, lantaran tak perlu membeli perabotan seperti TV dan CCTV.
Ia juga mengaku mendapat potongan harga dari hotel sehingga hanya perlu membayar Rp 90 juta selama 9 bulan.
"Iya 9 bulan. Saya bayar bulanan, karena kalau bayar harian mahal, Rp 600 ribu/malam. Bayar bulanan jatuhnya sekitar Rp300 ribu per hari jadi, Rp10 juta perbulan. Saya waktu itu baru pindah mutasi dari Batam, jadi gak tau nyari rumah sewa di Medan," terangnya.