Berita Viral
Belajar dari Viral Kasus Mario Dandy, Sri Mulyani Optimis Kemenkeu Bisa Dipercaya Masyarakat
Menkeu Sri Mulyani optimis Kemenkeu bisa meraih kembali kepercayaan masyarakat yang sempat tercederai gara-gara kasus Mario Dandy dan RAT.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari ini instansi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI tak henti-hentinya diserang oleh netizen karena viral kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak dari pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bernama Mario Dandy Satriyo (20).
Kemenkeu juga dihujat seusai netizen mengorek harta kekayaan ayah Mario Dandy yakni Rafael Alun Trisambodo yang begitu besar.
Dikutip TribunWow dari Instagram @smindrawati, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani optimis Kemenkeu pasti bisa memeroleh kembali kepercayaan masyarakat.
Baca juga: Mahfud MD Akui Sudah Lihat Video Anak Pejabat DJP Aniaya Remaja: Kok Bisa Punya Anak Kayak Gini
Dalam unggahan Senin (27/2/2023), Sri Mulyani menuliskan bagaimana Kemenkeu RI akan menjadikan kasus Dandy dan Rafael sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik.
Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa lebih banyak pegawai yang bekerja jujur dan baik ketimbang mereka yang menyimpang.
Untuk dapat kembali memeroleh kepercayaan masyarakat, Sri Mulyani menyatakan akan terus fokus bekerja, memperbaiki cara kerja, mendengar masukan masyarakat hingga memperkuat pengawasan internal Kemenkeu.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Sri Mulyani:
"Pagi ini saya mengunjungi Kantor Wilayah Pajak II di Solo untuk bertemu seluruh pegawai Kemenkeu - terutama jajaran pajak untuk berdialog dan mendengar langsung suasana hati dan kondisi para pegawai.
Saya percaya mayoritas sangat banyak pegawai @kemenkeuri termasuk jajaran pajak adalah mereka yang bekerja sangat baik, benar, lurus dan jujur. Mereka inilah yang merasa terluka dikhianati dan tentu sangat kecewa dengan ulah mereka yang mencemarkan nama baik Kemenkeu dan DJP. Saya merasakan luka yang sama.
Namun kekecewaan dan luka tidak membuat kami menyerah. Semangat kami tidak surut untuk menjalankan tugas negara, mengelola serta menjaga APBN dan Keuangan Negara.
Kepercayaan publik harus kami bangun dan raih kembali dengan terus bekerja tekun, kompeten, dapat diandalkan dan jujur.
Kami terus fokus menjalankan tugas, memperbaiki cara kerja, melayani masyarakat, mendengar masukan mereka untuk perbaikan. Kami terus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi karena uang negara adalah amanah rakyat.
Saya meminta seluruh pegawai dan para pimpinan di lingkungan Kemenkeuri dan DJP untuk terus saling menjaga dan mengingatkan, tetap setia pada jalan yang lurus dan benar. Kita bersama akan terus memperkuat pengawasan internal Kemenkeu dan tegas membersihkan lembaga kami dari mereka yang telah mengotori dan mengkhianati integritas.
Terima kasih kepada seluruh insan Kementerian Keuangan, khususnya @ditjenpajakri yang selama ini terus bekerja dengan integritas tinggi, jujur, kompeten dan menjaga amanah.
Kekecewaan dan kegalauan tidak membuat kita patah dan kalah - namun akan membuat kita kuat dan tahan dalam badai.
Kita satu keluarga, #KemenkeuSatu. Saya yakin kita bisa mengatasi ini bersama. Pelajaran ini akan menjadikan kita lebih baik dan lebih kuat.
Jangan pernah lelah mencintai Indonesia..!
Solo, 27 Februari 2023."
Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani juga memposting sebuah video berisi kegiatan dirinya berpidato memberikan semangat kepada bawahannya ketika berkunjung ke Kantor Wilayah Pajak II di Solo.
Baca juga: Menag Gus Yaqut Unggah Video Jadul Korban Penganiayaan Anak Pejabat DJP, Inisiatif Ingin Jadi Mualaf
Sri Mulyani Minta Bos DJP Buka-bukaan Sumber Kekayaan
Viralnya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang anak pejabat Direkotrat Jenderal Pajak (DJP) bernama Mario Dandy Satriyo sampai saat ini masih terus berbuntut panjang.
Banyak warganet mengorek seluruh gaya kehidupan karyawan di DJP gara-gara viralnya sikap pamer harta yang dilakukan oleh Mario Dandy di media sosial (medsos).
Dikutip TribunWow dari Instagram@smindrawati, kini giliran Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo terkena imbasnya.
Baca juga: Sri Mulyani Bantah Berita 13 Ribu Pegawai Kemenkeu Belum Lapor Harta hingga Bikin Netizen Marah
Viral foto Suryo Utomo mengendarai motor gede (moge) bersama para karyawan DJP lainnya yang tergabung dalam sebuah klub motor karyawan DJP.
Hal ini turut membuat berang Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Lewat akun Instagramnya, Sri Mulyani meminta agar Suryo Utomo buka-bukaan soal sumber kekayaannya dan menjelaskannya kepada publik.
Kemudian Sri Mulyani turut meminta agar klub moge di DJP dibubarkan sebab menimbulkan kecurigaan dari masyarakat.
Bahkan Sri Mulyani menilai tak pantas bagi pegawai pajak dan Kemenkeu untuk menunggangi moge karena dapat mencedari kepercayaan masyarakat.
Berikut caption lengkap yang ditulis oleh Sri Mulyani:
"Beberapa hari ini beredar di berbagai Media cetak dan online foto dan berita Dirjen Pajak Suryo Utomo mengendarai Motor Gede (MoGe) bersama klub BlastingRijder DJP yaitu komunitas pegawai pajak yang menyukai naik motor besar.
Menyikapi pemberitaan tersebut, saya menyampaikan instruksi kepada Dirjen Pajak sebagai berikut:
1. Jelaskan dan sampaikan kepada masyarakat/publik mengenai jumlah Harta Kekayaan Dirjen Pajak dan dari mana sumbernya seperti yang dilaporkan pada LHKPN.
2. Meminta agar klub BlastingRijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai Moge - menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP.
Bahkan apabila Moge tersebut diperoleh dan dibeli dengan uang halal dan gaji resmi; mengendarai dan memamerkan Moge bagi Pejabat/Pegawai Pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik.
Ini mencederai kepercayaan masyarakat.
26 Februari 2023."
Baca juga: Pengacara Mario Dandy Sebut Kliennya Ingin Minta Maaf ke DA: Mungkin Dia Menyadari
Harta Rafael Alun Dinilai Tak Wajar
Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD turut mengomentari kasus viral penganiayaan yang dilakukan anak pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo (20).
Dilansir TribunWow.com, Mahfud MD meminta kasus penganiayaan ini diusut tuntas.
Melalui akun Twitter @mohmahfudmd, Jumat (24/2/2023), tak ada kata damai dan maaf dalam hukum pidana.
Baca juga: Nasib Pacar Mario Dandy, Polisi Gali Obrolan yang Picu Penganiayaan pada Anak Pengurus GP Ansor
Sebagai informasi, DA merupakan anak pengurus GP Ansor bernama Jonathan.
"Tidak ada perdamaian atau permaafan dalam hukum pidana.
Untuk perkara ringan memang ada restorative justice. Penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat ini harus diproses hukum," tulis Mahfud.
Buntut perbuatan Mario Dandy, sang ayah, Rafael Alun Trisambodo pun kini dipecat dari jabatannya.
Bahkan kini sejumlah pihak mempertanyakan kekayaan Rafael Alun.
Pasalnya, Rafael Alun tercatat memiliki kekayaanRp 56,10 miliar.
Sebelum dipecat, ia merupakan pejabat eselon III Kabag Umum Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan II.
"Secara hukum administrasi pejabat yang punya anak dalam tanggungan hedonis dan berfoya-foya harus diperiksa," sambung Mahfud.
Baca juga: Buntut Kelakuan Mario Dandy, sang Ayah Rafael Alun Trisambodo Resmi Dicopot dan Diperiksa Hartanya
Di sisi lain, pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai kekayaan Rafael Alun perlu dilacak.
Ray menganggap total kekayaan Rafael Alun tidak sesuai dengan jabatan yang didudukinya.
"Sumber kekayaannya perlu dilacak. Nampak tidak sepadan dengan jabatan yang diembannya," ujar Ray.
"Artinya, ada sumber pemasukan lain selain dari pemasukan jabatan yang diembannya. Apa kiranya?"
Ray menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lah yang berhak melacak kekayaan Rafael Alun tersebut.
Pasalnya, kata dia, masyarakat umum tidak diberi kewenangan melakukan pelacahakan kekayaan seperti itu.
"Sudah saatnya Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tidak semata laporan administratIf belaka," ucap Ray.
"Sudah harus jadi patokan untuk menelisik hasil kekayaan dan sumber kekayaan pejabat negara."
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2ada-bawahannya-ketika-berkunjung-ke-kantor-wilayah-pajak-ii-di-solo-senin-2722023.jpg)