Konflik Rusia Vs Ukraina
Tak Gentar Ditodong Senjata, Ibu Ukraina Nekat Terobos Pasukan Rusia demi Bawa Pulang Jasad Anak
Seorang wanita paruh baya bernama Lyudmyla Kupriychuk menempuh perjalanan berbahaya demi membawa pulang anaknya kembali ke kampung halaman di Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Beberapa hari kemudian saat fajar menyingsing, orang tua Maksym berangkat untuk menemukannya dan membawa pulang jenazahnya.
Mereka tidak punya rencana, hanya foto, nama desa, dan kontak penduduk setempat yang secara sukarela membimbing mereka.
Setelah berhasil sampai di lokasi, Anatoliy, berjalan ke beberapa kendaraan lapis baja yang terbakar habis.
Mayat-mayat bergelimpangan di tanah.
"Dia merobek seragamnya untuk melihat apakah ada tato di lengannya," kata Kupriychuk.
"Dan itu ada di sana. Berbunyi 'Jangan pernah menyerah'. Hanya itu yang bisa kami kenali dari putra kami," kata wanita berusia 40 tahun itu, dengan suara bergetar.
"Mayat-mayat itu tergeletak di tempat terbuka selama berhari-hari, di antah berantah. Mereka tidak hanya terbakar, hewan liar juga menggerogotinya."
Kupriychuk sontak menangis di lapangan berlumpur setelah menemukan jasad Maksym.
Sementara, mantan suaminya sedang membungkus tubuh putra mereka dengan selimut.
"Saya histeris," beber Kupriychuk.
"Saya berkata: 'Apakah kita akan mengantarnya pulang di bagasi mobil?'"
"Mantan suamiku membentakku, 'Tenang, kita hanya perlu keluar dari sini'."
Saat kembali ke Vinnytsia, Kupriychuk langsung membawa jenazah Maksym ke kamar mayat.
"Yang mereka biarkan saya lihat hanyalah tangan putra saya," katanya.
"Mereka tidak membiarkan saya melihat tubuhnya karena kepalanya hilang."
Baca juga: UNHCR Turun Tangan Atasi Isu Rusia Deportasi dan Adopsi Paksa Pengungsi Anak dari Ukraina