Konflik Rusia Vs Ukraina
Akhirnya Raih Kemenangan, Tentara Rusia Kuasai Desa di Bakhmut setelah Berbulan-bulan Terjebak
Setelah berbulan-bulan stagnan, Rusia akhirnya berhasil maju mendapatkan desa di wilayah Bakhmut.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Rusia mengatakan telah menguasai desa Ukraina timur dekat Bakhmut, yang menjadi tempat pertempuran berkecamuk selama berbulan-bulan.
Dilansir TribunWow.com, kabar ini disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia bahwa pasukannya telah merebut Klishchiivka, sebuah desa di wilayah Donetsk Ukraina, Jumat (20/1/2023).
Namun hingga saat ini, tidak ada komentar langsung dari Ukraina.
Baca juga: Rusia Diprotes Presiden Serbia seusai Grup Wagner Ngiklan Cari Tentara Bayaran di Negara Tetangga
Dilaporkan Al Jazeera, Klishchiivka, yang memiliki populasi sekitar 400 orang sebelum perang, terletak sekitar 9 km (6 mil) selatan Bakhmut.
Diketahui, kawasan Bahkmut telah menjadi medan perang panas di mana unit-unit Rusia, didukung oleh tentara bayaran dari Grup Wagner, telah berjuang merebutnya dari tentara Ukraina.
Pihak Rusia menyatakan sedikit wilayah daerah itu berhasil diduduki oleh pasukan darat yang dibantu oleh artileri dan dukungan udara.

Baca juga: Zelensky Nekat Kunjungi Medan Perang Terpanas di Bakhmut demi Beri Penghargaan ke Tentara Ukraina
Adapun Grup Wagner dan pasukan separatis yang didukung Rusia di Donetsk, mengklaim telah menguasai Klishchiivka sebelum muncul pernyataan kementerian pertahanan.
Kementerian tersebut mengatakan pasukannya juga telah menguasai desa Lobkove di wilayah Zaporizhia, Ukraina selatan.
Rusia mengklaim kemajuan di medan perang tersebut saat sekutu Barat Ukraina bertemu di Jerman untuk membahas peningkatan dukungan militer mereka.
Pembicaraan di Pangkalan Udara Ramstein mengikuti peringatan Ukraina bahwa Rusia berusaha untuk menghidupkan kembali invasi menyusul serangkaian kemunduran dalam beberapa bulan terakhir.
Amerika Serikat dan Finlandia mengumumkan bantuan militer baru menjelang pertemuan, di mana fokus utamanya adalah apakah Jerman akan mengizinkan tentara di seluruh Eropa untuk mengirim tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, berpidato pada pertemuan itu melalui tautan video, berterima kasih kepada sekutu atas dukungan mereka, tetapi mengatakan lebih banyak bantuan diperlukan dengan cepat.
"Kita harus mempercepat," kata Zelensky.
"Waktu harus menjadi senjata kita. Kremlin harus kalah."
Diplomat top Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan kepada wartawan di Madrid bahwa beberapa negara Eropa siap mengirim tank berat dan dia berharap keputusan untuk melakukannya akan diambil.
Berlin memiliki hak veto atas setiap keputusan untuk mengekspor tanknya dari negara-negara yang menggunakannya, dan pemerintah Kanselir Olaf Scholz tampaknya enggan, karena khawatir langkah seperti itu akan memprovokasi Rusia.
“Satu hal utama yang benar-benar diinginkan Ukraina dan dikatakan dibutuhkan, tank Leopard 2, belum disebutkan sejauh ini sebagai kontribusi Jerman,” kata Vaessen.
Kepala pertahanan baru Jerman, Boris Pistorius, mengatakan kepada wartawan bahwa belum ada keputusan yang dibuat terkait tank tersebut.
Baca juga: Rusia Alami Kemunduran di Bakhmut Ukraina, Kepala Tentara Bayaran Wagner: Ada Benteng di Tiap Rumah
Para Ahli Heran Rusia Terobsesi pada Bakhmut
Rusia mengerahkan segenap kekuatannya untuk merebut Bakhmut, kota kecil di wilayah Donestk, Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, obsesi Rusia atas kota tersebut begitu membingungkan para ahli.
Pasalnya, dalam Rusia ngotot ingin menguasai kota tersebut meskipun tidak akan ada dampak signifikan untuk kemajuan invasinya.
Baca juga: Mimpi Buruk dan Bangun Tiap Malam, Warga Ukraina Kisahkan Trauma setelah Ditahan dan Disiksa Rusia
Dilaporkan The Moscow Times, Selasa (13/12/2022), kota tersebut terletak di atas tambang garam yang luas dan terkenal dengan kilang anggur di era Sovietnya.
Namun kini, meski harus hidup tanpa listrik dan air, kurang dari 10.000 warga sipil diperkirakan tetap tinggal di kota yang populasinya sebelum perang berjumlah sekitar 70.000.
Sementara itu, mereka dikelilingi pertempuran sengit yang melibatkan penggunaan artileri berat, dan juga pertempuran jalanan.
Merebut Bakhmut akan memberi Rusia pijakan kecil dan strategis untuk melancarkan serangan yang lebih luas terhadap kota-kota Sloviansk dan Kramatorsk yang dikuasai Ukraina di utara.
Bakhmut juga terletak di jalan raya penting yang membentang secara diagonal melalui wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina.
Tetapi fokus Rusia pada kota itu tetap membingungkan para analis, yang menunjukkan bahwa pertempuran untuk merebut Bakhmut telah merugikan Moskow baik dalam hal sumber daya manusia maupun peralatan.
"Tidak ada yang benar-benar memahami pentingnya Bakhmut," kata analis pertahanan Konrad Muzyka dari Rochan Consulting yang berbasis di Polandia.
"Tidak ada yang benar-benar bisa menjelaskan mengapa orang Rusia berjuang begitu keras untuk itu."

Baca juga: Zelensky Maju ke Garis Depan Perang Ukraina Vs Rusia, Motivasi Para Tentara di Tengah Udara Beku
Satu alasan yang mungkin bagi Rusia untuk mencurahkan begitu banyak tenaga ke dalam pertempuran adalah karena hal itu telah menjadi masalah prestise militer.
Dikatakan bahwa setelah berbulan-bulan mencoba merebut kota itu, Moskow enggan mengakui kekalahan.
"Rusia telah berperang untuk waktu yang lama, mereka pikir mereka mungkin melakukan apa saja untuk mendapatkan Bakhmut," kata Muzyka.
Pertempuran dipimpin oleh perusahaan tentara bayaran Rusia Wagner, didukung oleh artileri Rusia, unit tentara yang dimobilisasi, dan kekuatan udara.
Diketuai pengusaha Rusia Yevgeny Prigozhin, Wagner mempekerjakan tentara bayaran, termasuk ribuan orang yang direkrut dari penjara Rusia.
"Ketika Wagner melakukan serangan (di Bakhmut), gelombang pertama adalah mantan narapidana, gelombang kedua adalah prajurit yang dimobilisasi Rusia, kemudian gelombang ketiga adalah pasukan reguler Wagner," beber Muzyka.
Namun, serangan langsung yang dilakukan oleh pasukan Rusia di dalam dan sekitar Bakhmut, sejauh ini, sebagian besar berhasil dipukul mundur oleh militer Ukraina.
Meter demi meter, pasukan Wagner semakin mendekati kota dalam beberapa pekan terakhir.
Diapit oleh pasukan konvensional Rusia di utara dan selatan, pasukan penyerang melakukan terobosan signifikan akhir bulan lalu di sekitar desa Opytne.
Meskipun mereka dilaporkan sejak itu mereka tidak dapat memanfaatkan keuntungan teritorial ini.
Untuk merebut kota itu Rusia perlu mengalahkan beberapa unit Ukraina yang paling tangguh dalam pertempuran.
Dan, secara militer, pengambilalihan Bakhmut tidak mungkin membuka jalan bagi kemajuan Rusia yang baru.
"Menduduki kota itu sepertinya tidak akan berdampak besar pada situasi operasional secara keseluruhan," kata Muzyka.(TribunWow.com/Via)