Konflik Rusia Vs Ukraina
Baru Perbaiki Pembangkit Listrik, Ukraina Kini Kembali Gelap setelah Dihujani 70 Rudal Rusia
Serangan beruntun Rusia di berbagai daerah kembali menyebabkan Ukraina mengalami pemadaman listrik.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan pihaknya melakukan pemadaman darurat untuk menstabilkan jaringan listrik setelah serangan rudal Rusia hari Senin, (5/12/2022).
Dilansir TribunWow.com, Zelensky mengatakan banyak daerah yang terkena dampak dan terpaksa harus bertahan di tengah musim dingin.
Sementara pemerintah setempat memperingatkan bahwa sekitar setengah dari wilayah Kyiv akan tetap tanpa listrik dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga: Serangan Rusia Dibalas Ledakan 2 Pangkalan Udara, Diduga Ulah Ukraina untuk Hancurkan Nuklir
Dilaporkan BBC, Selasa (6/12/2022), Ukraina hampir rampung melakukan perbaikan pada fasilitas kelistrikan untuk dapat menyediakan aliran listrik dan pemanas bagi para penduduk.
Namun, pejabat regional Ukraina mengatakan bahwa semalam ada lebih banyak rudal menghantam infrastruktur kritis dan rumah-rumah penduduk di dekat kota selatan Zaporizhzhia.
Meski tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan terakhir, namun pada serangan sebelumnya di hari yang sama, empat orang dilaporkan tewas.
Ukraina sekarang harus menghadapi musim salju dengan suhu di bawah nol di banyak daerah, sementara jutaan rumah tangga harus hidup tanpa listrik dan air mengalir.
Ada kekhawatiran bahwa sejumlah orang akan meninggal karena hipotermia.
Dalam pidato videonya pada Senin malam, Zelensky mengatakan 70 rudal Rusia diluncurkan pada hari Senin, namun sebagian besar ditembak jatuh.
Sedangkan, Kementerian pertahanan Rusia mengklaim bahwa mereka mencapai semua dari 17 target yang dituju dalam serangan besar-besaran menggunakan senjata presisi tinggi.

Baca juga: Spanyol Curiga Rusia Pelaku Insiden Bom Surat, Kedutaan Ukraina Juga Dapat Kiriman Berisi Mata Hewan
Zelensky mengatakan pasokan listrik juga mempengaruhi negara tetangga Moldova, membuktikan bahwa tindakan Rusia adalah ancaman tidak hanya untuk Ukraina, tetapi juga untuk seluruh wilayah.
Serangan hari Senin adalah serangan rudal kedelapan Rusia dalam delapan minggu belakangan.
Peringatan bahwa Rusia sedang merencanakan gelombang serangan baru telah beredar selama beberapa hari.
Moskow telah menggempur jaringan listrik Ukraina sejak 10 Oktober, menyusul serangkaian kekalahan berat militer di medan perang.
Beberapa pemimpin Barat menyebut strategi itu sebagai kejahatan perang, karena banyaknya kerusakan yang terjadi pada infrastruktur sipil.