Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Lagi-lagi Ancam Pakai Nuklir, Mantan Presiden Rusia Ungkap Akibat jika Negaranya Kalah di Ukraina

Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengancam akan gunakan nuklir jika Rusia kalah dari Ukraina.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Tangkapan Layar Tribunnews.com
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitri Medvedev memperingatkan jika hal itu terjadi maka kiamat akan datang ke Ukraina, Senin (18/7/2022). Terbaru, Medvedev kembali mengancam akan gunakan nuklir jika Ukraina menang di medan perang, Kamis (19/1/2023). 

Washington belum merinci apa yang akan dilakukannya jika Putin memerintahkan penggunaan pertama senjata nuklir dalam perang sejak Amerika Serikat melancarkan serangan bom atom pertama di kota-kota Jepang di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Baca juga: Putin Diklaim Sudah Coba Tembakkan Nuklir ke Ukraina, Namun Gagal Karena Adanya Sabotase

Kata Putin soal Potensi Pemakaian Nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ancaman perang nuklir meningkat di tengah memanasnya konflik di Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, Putin juga menegaskan Moskow belum gila dan tidak akan menggunakan persenjataannya terlebih dahulu.

Ia juga mengatakan sanggup untuk berperang di Ukraina dalam jangka waktu yang lama untuk dapat mencapai tujuannya.

Baca juga: 3.500 Tentara Rusia dan Keluarganya Hubungi Ukraina, Buat Skema Kelabui Putin agar Bebas dari Perang

Amerika Serikat pada hari Rabu (7/12/2022), mengecam pembicaraan tentang senjata nuklir setelah Putin mengatakan Rusia hanya akan menggunakan senjata atom sebagai tanggapan atas serangan musuh.

"Kami pikir pembicaraan bebas tentang senjata nuklir sama sekali tidak bertanggung jawab," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

AS sebelumnya telah memperingatkan Moskow tentang penggunaan senjata tersebut menyusul ancaman nuklir terselubung oleh Putin pada bulan September.

Menanggapi hal ini, dalam pertemuan dewan hak asasi manusia Rusia yang disiarkan televisi, Putin mengatakan pihaknya akan membela diri dengan segala cara yang dimiliki.

Dia memperingatkan risiko perang nuklir meningkat, tetapi Rusia melihat persenjataannya sebagai sarana untuk membalas, bukan untuk menyerang lebih dulu.

"Kami belum gila, kami menyadari apa itu senjata nuklir," kata Putin dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/12/2022).

"Kami memiliki sarana ini dalam bentuk yang lebih maju dan modern daripada negara nuklir lainnya. Tapi kami tidak akan berkeliling dunia sambil mengacungkan senjata ini seperti pisau cukur."

Seluruh pasukan cadangan Rusia dikerahkan ke perbatasan Ukraina, Kamis (14/7/2022).
Seluruh pasukan cadangan Rusia dikerahkan ke perbatasan Ukraina, Kamis (14/7/2022). (Tangkapan Layar Tribunnews.com)

Baca juga: Zelensky Maju ke Garis Depan Perang Ukraina Vs Rusia, Motivasi Para Tentara di Tengah Udara Beku

Putin juga mengatakan pasukan Rusia dapat berperang di Ukraina untuk waktu yang lama, tetapi dia mengklaim tidak akan memobilisasi tentara tambahan pada saat ini.

"Mengenai lamanya operasi militer khusus, tentu saja, ini bisa menjadi proses yang panjang," kata Putin, menggunakan istilah yang disukainya untuk invasi Rusia, yang dimulai pada akhir Februari.

Dia mengatakan tidak ada alasan untuk mobilisasi kedua, setelah memanggil setidaknya 300.000 cadangan pada bulan September dan Oktober.

Halaman
123
Tags:
RusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyDmitry MedvedevNATO
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved