Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Curiga Bukti CCTV Diedit Pihak Ferdy Sambo, Lawyer Brigadir J: Siapa yang Mengada-ada dari Awal

Pengacara pihak keluarga Brigadir J menolak mempercayai bukti CCTV yang diperlihatkan dalam persidangan, Selasa (20/12/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tribunnews/Fersianus Waku
CCTV di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo sempat menangkap aktivitas Brigadir Yosua beberapa saat sebelum tewas, dalam keadaan sehat, Kamis (28/7/2022). Terbaru, CCTV yang ditampilkan dinilai belum cukup untuk membuktikan kejujuran Ferdy Sambo, Selasa (20/12/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, menolak bukti rekaman CCTV yang hari ini diperlihatkan di pengadilan, Selasa (20/12/2022).

Dilansir TribunWow.com, pengacara keluarga Brigadir J, Mansur Febrian, menilai ada indikasi rekayasa dalam rekaman tersebut.

Apalagi melihat tampilan tayangan yang hanya sepotong-potong dan terkesan untuk mendukung terdakwa Ferdy Sambo.

Baca juga: Sebut CCTV Bongkar Kebohongan Bharada E dan Romer, Arman Hanis: Ferdy Sambo Tak Pakai Sarung Tangan

Mansur mengingatkan bahwa Ferdy Sambo adalah orang yang menyusun skenario kasus Brigadir J sejak awal.

Melibatkan puluhan polisi, Ferdy Sambo menutupi kasus tersebut dengan insiden palsu soal tembak-menembak.

"Siapa yang mengada-ada, siapa yang berbohong dari awal, itu yang pertama," ungkap Mansur dikutip kanal YouTube tvOneNews, Selasa (20/12/2022).

"Yang kedua, CCTV tersebut tidak disajikan secara holistik, menyeluruh dari lantai satu hingga lantai tiga."

Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Baca juga: Perubahan Ferdy Sambo Berbanding Terbalik dengan Bharada E, Pakar: Mencerminkan Kebohongan

Karenanya, Mansur curiga ada indikasi bahwa barang bukti tersebut sudah tak lagi seperti aslinya atau bahkan tayangan palsu.

"Dan itu hanya cuplikan, dan apakah cuplikan ini sudah diediting atau bagaimana kita juga ada praduga ke arah sana."

Keraguan pihak Brigadir J beralasan lantaran tak lagi percaya pada penuturan Ferdy Sambo yang terkesan memojokkan.

Antara lain terkait dugaan rudapaksa oleh Brigadir J pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang tidak terbukti.

"Karena dari awal skenario ini sudah digulirkan. Anak daripada klien kami ini sudah dipojokkan, dianggap telah melakukan suatu hal yang melukai harkat dan martabat," beber Mansur.

"Tapi itu juga tidak dibuktikan, harkat dan martabat seperti apa? Ini juga harus dibuktikan secara ilmiah."

Tak bisa diyakinkan dengan bukti yang tercecer, Mansur menantang agar dilakukan pelacakan pada seluruh bukti yang ada.

Antara lain dari ponsel terdakwa dan saksi, serta penelusuran sejumlah telepon genggam yang diaku hilang atau rusak oleh pemiliknya.

Halaman
12
Tags:
CCTVBrigadir JFerdy SamboPutri Candrawathi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved