Terkini Daerah
Keluarga di Kalideres Diduga Akhiri Hidup Bersama, Temuan Mantra dan Kemenyan Pertegas Adanya Ritual
Penyebab kematian keluarga di Kalideres, Jakarta Barat diduga berkaitan dengan kepercayaan tertentu.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Karenanya, polisi perlu mengungkap akhir kasus tersebut meski dinyatakan sebagai persoalan yang tidak terpecahkan.
"Apa pun penyebab kematian satu keluarga di Kalideres itu, Ditreskrimum Polda Metro Jaya perlu selekasnya menyelesaikan pengungkapan kasus kematian di Kalideres tersebut. Termasuk apabila simpulannya adalah kasus tidak terpecahkan (unsolved case)," ujar Reza.
"Hal tersebut perlu dilakukan agar pemberitaan dan obrolan tentang kasus ini dapat juga segera dihentikan sehingga tidak mendorong terjadinya penularan bunuh diri (suicide contagion) di tengah masyarakat," lanjutnya.
Baca juga: Disebut Tidur, Petugas Teriak saat Temukan Ibu di Kalideres Ternyata Sudah Membusuk: Allahuakbar
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
3 Dugaan Penyebab Tewasnya Keluarga di Kalideres
Misteri penyebab meninggalnya satu keluarga di rumahnya, kawasan Citra Garden Extension 1, Kalideres, Jakarta Barat masih menjadi teka-teki.
Dilansir TribunWow.com, pakar Forensik Emosi dan Trainer Investigasi Handoko Gani mengungkapkan spekulasi yang mendorong kematian keluarga tersebut.
Ia membeberkan 3 dugaan penyebab yang bisa dikaji untuk memecahkan kasus janggal tersebut.
Baca juga: 1 Keluarga di Kalideres Dirumorkan Tewas Kelaparan, Kerabat Heran: Kalau Cuma Lapar Bisa Telepon
Menurut Handoko, kematian empat orang di Kalideres tersebut bisa terkait dengan aliran kepercayaan tertentu.
Ia menyinggung mengenai sekte kepercayaan di India yang menyiksa diri dengan berpuasa hingga meninggal.
Hal ini untuk menjawab mengapa tak ada sisa makanan yang ditemukan di tubuh korban.
"Ada kaitannya dengan aliran tertentu mungkin berpuasa hingga meninggal ada namanya Santhara dari India," terang Handoko dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (16/11/2022).
Meski begitu, belum diketahui apakah aliran kepercayaan semacam itu sudah menyebar di Indonesia.
Dugaan kedua, Handoko mengatakan bisa saja kematian satu keluarga ini terkait masalah psikologis.
Perkiraan ini muncul lantaran ada satu korban yakni DF (42) yang masih hidup selama dua minggu bersama jasad orangtuanya, RG (71) dan KM (66), serta pamannya BG (68).