Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Produksi Drone Baru untuk Bubarkan Kerumunan, Kerusuhan Sipil Diprediksi Terjadi Tahun Depan

Rusia mengumumkan akan memulai produksi massal drone diduga untuk mengatasi kerusuhan massal yang mungkin akan terjadi.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube US ARMY
Ilustrasi drone. Terbaru, Rusia akan memulai produksi massal pesawat tak berawak alias drone dimulai tahun depan, Selasa (29/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Institut Komputasi Kartsev Rusia telah mengumumkan akan memulai produksi drone baru di tahun depan.

Dilansir TribunWow.com, drone tersebut khusus dirancang untuk membubarkan kerumunan orang.

Diduga, hal ini dilakukan untuk mengantipasi kerusuhan yang mungkin terjadi di tengah sanksi internasional buntut invasi ke Ukraina.

Baca juga: Hoaks 3 Warga Ukraina Ditangkap saat Piala Dunia Qatar karena Gambar Nazi, Tim Siber Rusia Terlibat?

Pesawat tak berawak tersebut bernama Shershen alias lebah itu merupakan drone hexacopter yang berfungsi dengan cara yang hampir sama dengan drone quadcopter biasa.

Drone ini dilengkapi ultrasound dan infrasonik untuk membubarkan kerumunan, dan dirancang untuk digunakan dalam konteks keamanan domestik.

Langkah tersebut dapat menandakan kekhawatiran yang meningkat di kalangan elit negara bahwa kerusuhan sipil mungkin pecah.

Disinyalir hal ini terjadi karena frustrasi masyarakat tumbuh akibat isolasi internasional Rusia dann sanksi Barat atas perang di Ukraina.

"Kami berencana untuk memasuki produksi serial Shershen setelah Tahun Baru. Dari pertengahan Desember hingga Januari, kami sudah dapat menunjukkan aksi hexacopter," ujar Vitaly Dolgov, kepala laboratorium penelitian kendaraan tak berawak Lembaga Penelitian dikutip The Moscow Times, Selasa (29/11/2022).

Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022.
Penampakan serangan drone kamikaze milik Rusia di Kyiv/Kiev, Ukraina pada 17 Oktober 2022. (YouTube South China Morning Post)

Baca juga: Dikecam AS, Iran Dituding Terlibat Perang Ukraina setelah Serangan Drone Rusia Hancurkan Kyiv

Tak hanya memecah kerumunan, Shershen juga mampu dikerahkan ke medan perang karena dilengkapi dengan teknologi pengacau radar serta kamera untuk pengumpulan data intelijen.

Acara peluncuran itu dilakukan di tengah penggunaan drone yang makin masif oleh Rusia dan Ukraina dalam perang mereka.

Awal bulan ini, Iran mengaku memberi Rusia sejumlah drone Shahed-136, yang diklaim Kyiv telah digunakan untuk menargetkan infrastruktur energinya.

Selain puluhan drone komersial, pasukan Rusia telah menggunakan Forpost buatan dalam negeri dan drone penyerang Inokhodets dalam konflik selama 9 bulan tersebut.

Baca juga: Sempat Dipuji, Drone Buatan Turki Kini Dianggap Sudah Tak Mampu Lawan Pasukan Rusia di Ukraina

Iran Akhirnya Akui Pasok Drone ke Rusia

Iran mengakui untuk pertama kalinya bahwa mereka telah mengirim drone ke Rusia, Sabtu (5/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, drone kamikaze atau drone bunuh diri tersebut diketahui setelah digunakan Rusia untuk menyerang Kyiv beberapa pekan lalu.

Namun Iran bersikeras bahwa drone terkat dipasok ke sekutunya sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: AS Sebut Iran Terbukti Bantu Rusia Perangi Ukraina, Kirim Pakar Militer hingga Teknisi ke Krimea

"Kami memasok Rusia dengan sejumlah drone beberapa bulan sebelum perang di Ukraina,” kata Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, dikutip The Moscow Times, Minggu (6/11/2022).

Sebagaimana diketahui, Ukraina dan sekutu Baratnya menuduh Rusia menggunakan drone buatan Iran dalam beberapa pekan terakhir untuk melakukan serangan di Ukraina.

Iran telah berulang kali membantah telah memasok senjata ke Rusia untuk digunakan dalam perang Ukraina.

"Dalam percakapan telepon dengan menteri luar negeri Ukraina pekan lalu, kami sepakat bahwa jika ada bukti (penggunaan drone Iran oleh Moskow), dia akan memberikannya kepada kami," kata Amir-Abdollahian.

"Jika pihak Ukraina menepati janjinya, kami dapat membahas masalah ini dalam beberapa hari mendatang dan kami akan mempertimbangkan bukti mereka," tambahnya.

Ilustrasi Drone/UAV Forpost
Ilustrasi Drone/UAV Forpost (IA Russian Arms)

Baca juga: Gagalkan Perayaan Angkatan Laut Rusia, Drone Ukraina Diklaim Serang Markas Armada Laut Hitam

Menteri luar negeri Iran kembali membantah negaranya telah memasok rudal ke Rusia, menyebut tuduhan itu sepenuhnya salah.

Namun sebelumnya, The Washington Post melaporkan pada 16 Oktober bahwa Iran sedang bersiap untuk mengirim rudal ke Rusia.

Kyiv mengatakan sekitar 400 drone Iran telah digunakan untuk melawan penduduk sipil Ukraina, dan Moskow telah memesan sekitar 2.000.

Menanggapi transfer ini, Uni Eropa dan Inggris telah menjatuhkan sanksi pada tiga jenderal Iran dan sebuah perusahaan senjata yang dituduh memasok Rusia dengan drone.

Pada bulan September, Kyiv memutuskan untuk secara signifikan mengurangi hubungan diplomatik dengan Teheran karena dugaan pengiriman senjata oleh negara itu.

Terkait hal ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh pejabat Iran tersebut telah berbohong.

"Bahkan dengan pengakuan ini, mereka berbohong," kata Zelensky, Sabtu (6/11/2022).

Menurutnya, jumlah drone tempur Iran yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina melebihi beberapa drone yang dikutip oleh Iran.

"Dan semakin banyak kebohongan Teheran, semakin komunitas internasional akan memahami kolaborasi teroris ini antara rezim di Rusia dan Iran," tambahnya.(TribunWow.com/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaIranVolodymyr ZelenskyVladimir Putin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved