Konflik Rusia Vs Ukraina
Serang Pembangkit Listrik, Rusia Disebut NATO Pakai Musim Dingin untuk Buat Warga Ukraina Menderita
NATO menuding Rusia sengaja menyerang infrastruktur kelistrikan di Ukraina untuk membuat rakyat menderita.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan akan adanya serangan baru dari pasukan Rusia.
Dilansir TribunWow.com, Zelensky mendesak pasukan pertahanan dan warga negara untuk bersiap menghadapi pemadaman listrik.
Dikawatirkan situasi akan makin memburuk bagi warga Ukraina yang terpaksa hidup tanpa pemanas di tengah dinginnya musim salju.
Baca juga: Sebut Rusia Pakai Rudal Daur Ulang untuk Serang Ukraina, Inggris Menduga Putin Kehabisan Senjata
Peringatan tersebut disampaikan pada Minggu (27/11/2022), ketika salju turun di Kyiv dan suhu berada di sekitar titik beku dengan perkiraan cuaca menyebutkan akan terjadi kabut semalaman.
Jutaan orang di dalam dan sekitar Kyiv menghadapi gangguan yang disebabkan oleh gelombang serangan udara Rusia.
Sementara itu, otoritas kota mengatakan para pekerja hampir menyelesaikan pemulihan listrik, air dan pemanas meski belum bisa memenuhi besarnya kebutuhan penduduk.
"Kami memahami bahwa teroris merencanakan serangan baru. Kami tahu ini pasti,” kata Zelensky dikutip Al Jazeera, Senin (28/11/2022).
"Dan selama mereka memiliki rudal, sayangnya, mereka tidak akan berdiam diri."

Baca juga: Grup Wagner Kirim Palu Berbercak Darah ke Parlemen Uni Eropa Buntut Pernyataan Rusia Negara Teroris
Zelensky mengatakan minggu yang akan datang bisa saja sesulit minggu sebelumnya, ketika serangan terhadap infrastruktur listrik membuat Ukraina mengalami pemadaman listrik terparah sejak pasukan Rusia menyerbu pada Februari.
"Pasukan pertahanan kami sedang bersiap-siap. Seluruh negara sedang bersiap-siap," ungkap Zelensky.
"Kami telah mengerjakan semua skenario, termasuk dengan mitra kami."
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Moskow mengatakan pihaknya tidak menargetkan penduduk sipil.
Kremlin mengatakan pada hari Kamis (24/11/2022), bahwa Kyiv dapat saja mengakhiri penderitaan penduduknya dengan memenuhi tuntutan Rusia.
Sebagaimana diketahui, Moskow mencaplok sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina pada bulan September, dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tuntutan teritorial tersebut tidak dapat dinegosiasikan.
Tak kalah keras, Zelensky mengatakan dia tidak akan bernegosiasi dengan Rusia dan menekankan bahwa integritas teritorial Ukraina tidak dapat dinegosiasikan.
Zelensky juga mengabarkan situasi tetap berlangsung tegang di sepanjang garis depan konflik.
"Yang paling sulit adalah di wilayah Donetsk seperti yang terjadi pada minggu-minggu sebelumnya," ungkap Zelensky.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah menembaki selusin desa di Donetsk, termasuk target utama Bakhmut dan Avdiivka.(TribunWow.com/Via)