Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hoaks 3 Warga Ukraina Ditangkap saat Piala Dunia Qatar karena Gambar Nazi, Tim Siber Rusia Terlibat?

Al Jazeera mengklarifikasi video hoaks mengatasnamakan kantor beritanya terkait penangkapan suporter Ukraina di ajang piala dunia.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Twitter
Kolase video hoaks yang telah dibantah kantor berita Al Jazeera, Jumat (25/11/2022). Dalam video tersebut dibeberkan berita bohong terkait penangkapan 3 warga Ukraina lantaran melakukan vandalisme di stadion yang digunakan untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar. 

4. Video tersebut tidak menyebutkan nama, usia, atau informasi pribadi lainnya tentang ketiga warga Ukraina tersebut.

5. Penghilangan data ini bertentangan dengan cara penulisan laporan polisi atau siaran pers. Ini bukan cara Al Jazeera melakukan jurnalismenya.

6. Video tersebut hanya menampilkan satu mural La'eeb dirusak, tanpa menambahkan detail tentang lokasi tepatnya.

7. Juga tidak ada urutan video yang menunjukkan gambar tersebut 'dirusak' setidaknya dari dua sudut.

8. Tidak ada tanggapan dari diplomat Ukraina yang seharusnya segera diberitahu tentang penahanan warga negara Ukraina, terutama jika tuduhan itu melibatkan propaganda Nazisme.

9. Ketika ada kalimat yang menyatakan bahwa orang Ukraina tidak melawan, rekaman video hanya menunjukkan petugas polisi Qatar dan wajah buram seseorang yang tampaknya mereka ajak bicara.

Baca juga: Putin Klaim Rusia Kena Serangan Siber Dahsyat, Ungkap Pelaku dan Sebut Berhasil Digagalkan

Rusia Dituding Jadi Dalang Serangan Siber Besar-besaran

Sebelumnya, pihak Barat sempat menuding Rusia berada di balik serangan siber besar-besaran terhadap jaringan internet satelit Ukraina.

Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa percaya serangan itu berhasil membuat ribuan modem offline pada awal perang.

Diduga hal tersebut merupakan strategi untuk memutus sambungan komunikasi Ukraina.

Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker (Surya/pixabay)

Baca juga: Hacker Serang Perayaan Hari Kemenangan Rusia: Darah Warga Ukraina dan Anak Mereka Ada di Tanganmu

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera, Rabu (11/5/2022), Dewan Uni Eropa mengatakan serangan digital terhadap jaringan KA-SAT Viasat terjadi pada akhir Februari, ketika Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina.

"Serangan siber ini memiliki dampak signifikan yang menyebabkan pemutusan dan gangguan komunikasi tanpa pandang bulu di beberapa otoritas publik, bisnis dan pengguna di Ukraina, serta mempengaruhi beberapa Negara Anggota UE (Uni Eropa)," bunyi pernyataan itu.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan serangan siber itu dimaksudkan untuk mengganggu komando dan kontrol Ukraina selama invasi.

Namun, tindakan itu juga memiliki dampak limpahan ke negara-negara Eropa lainnya.

Sebuah pernyataan Kantor Luar Negeri Inggris mengutip Menteri Luar Negeri Liz Truss yang mengatakan serangan siber adalah serangan yang disengaja dan jahat oleh Rusia terhadap Ukraina.

Halaman
123
Tags:
UkrainaQatarNaziRusia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved