Konflik Rusia Vs Ukraina
Disambut Baik Zelensky, Uni Eropa Nyatakan Rusia sebagai Negara Teroris Buntut Perang di Ukraina
Uni Eropa menyatakan Rusia sebagai negara teroris yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Hal ini sebagai respons terhadap penghancuran pusat kota Kharkiv yang menewaskan warga sipil dan menghancurkan alun-alun kota, Freedom Square (Ploshcha Svobody).
Menurut Zelensky, hal ini merupakan pembuktian kejahatan perang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pasalnya, ia mengklaim tak ada pangkalan militer ataupun pusat pertahanan di kota kedua terbesar Ukraina tersebut.

Baca juga: Hari Keenam Invasi Rusia ke Ukraina, Alun-alun Kota dan Pemukiman Warga di Kharkiv Hancur Total
Dilansir ukrinform.net, Selasa (1/3/2022) Zelensky melalui video yang disiarkan di televisi dan media sosial, menanggapi hancurnya jantung kota Kharkiv.
"Kharkiv. Rudal jelajah menghantam alun-alun terbesar di Eropa, Freedom Square. Puluhan korban berjatuhan," kata Zelensky.
"Ini adalah harga kebebasan. Ini adalah pagi hari bagi rakyat Ukraina. Kharkiv Ukraina dan Belgorod Rusia selalu menjadi kota yang dekat dalam banyak hal. Meskipun perbatasan di antaranya sedang tidak stabil. Hanya di peta, tapi jelas tidak di jiwa."
Menurut Zelensky, penyerangan terang-terangan pada permukiman warga sipil dan gedung pemerintahan itu mengubah hubungan Ukraina dan Rusia selamanya.
"Sekarang semuanya telah berubah. Setelah rudal jelajah yang menghantam Kharkiv dari Belgorod, rudal yang menghantam Freedom Square, wajah Kharkiv kita. Ini adalah teror terhadap kota. Ini adalah teror terhadap Kharkiv," tegas Zelensky.
"Tidak ada sasaran militer di alun-alun kota, juga tidak ada pasukan di distrik permukiman Kharkiv yang terkena tembakan artileri roket," imbuhnya.
Presiden menyatakan bahwa rudal yang mengenai alun-alun pusat Kharkiv adalah teror yang terang-terangan dan tidak terselubung.
Zelensky menggarisbawahi bahwa tidak ada yang akan memaafkan atau melupakan itu.
"Serangan terhadap Kharkiv ini adalah kejahatan perang. Ini adalah terorisme negara Federasi Rusia. Setelah itu, Rusia adalah negara teroris. Jelas, itu harus resmi."
"Kami meminta semua negara untuk segera dan efektif menanggapi taktik kriminal ini. Agresor, untuk menyatakan bahwa Rusia terlibat dalam terorisme negara. Kami menuntut tanggung jawab penuh atas teroris di pengadilan internasional," desak Zelensky.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan perang terhadap Ukraina pada Kamis (24/2/2022), dan meluncurkan invasi besar-besaran.
Darurat militer diberlakukan di Ukraina dan mobilisasi umum digaungkan. (TribunWow.com/Via)