Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Terungkap Sifat Asli Ferdy Sambo, Disebut Temperamental hingga Tak Ada yang Berani Melawan Perintah

PHL Ferdy Sambo membeberkan perilaku keseharian terdakwa pembunuhan Brigadir J yang disebut temperamental.

Tayang:
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tribunnews/Jeprima
Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua, Ferdy Sambo tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Terbaru, PHL Ferdy Sambo mengungkap keseharian sang mantan Kadiv Propam Polri, Kamis (10/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Keseharian dan perlakuan terdakwa Ferdy Sambo diungkap oleh pekerja harian lepas (PHL) yang sudah hampir 6 tahun bekerja padanya.

Dilansir TribunWow.com, PHL bernama Aryanto tersebut mengakui suami Putri Candrawathi tersebut memiliki sifat yang temperamental.

Ia juga mengisyaratkan adanya kecenderungan perilaku otoriter yang selama ini kerap ditunjukkan olehnya.

Baca juga: Pisah Ranjang dengan PC, Kebutuhan hingga Seragam Dinas Ferdy Sambo Tenyata Disiapkan Para Ajudan

Sebagaimana diketahui, Ferdy Sambo kini telah menjadi terdakwa kasus pembunuhan ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam sidang lanjutan terkait kasus obstruction of justice (OJ) pembunuhan Brigadir J, dihadirkan saksi Aryanto untuk memberikan keterangan.

Lantas, kuasa hukum terdakwa OJ Irfan Widyanto, Fattah Riphat, menggali sedikit profiling dari sang mantan Kadiv Propam Polri.

Ia menanyakan lama tugas Aryanto yang dipercaya membersihkan ruangan dan menangani segala kebutuhan Ferdy Sambo.

"Saya menjadi PHL beliau itu waktu beliau masih pangkat Kombes. Kurang lebih 5-6 tahun," beber Aryanto dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (10/11/2022).

"Saya bekerja langsung ibaratnya hanya sebagai tukang bersih ruang."

Saksi Aryanto yang berprofesi sebagai pekerja harian lepas (PHL) untuk Ferdy Sambo memberikan keterangan di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (10/11/2022).
Saksi Aryanto yang berprofesi sebagai pekerja harian lepas (PHL) untuk Ferdy Sambo memberikan keterangan di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (10/11/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Mengenai sifat Ferdy Sambo, Aryanto membenarkan bahwa mantan atasannya tersebut memiliki sifat cepat naik darah.

Temperamen tersebut ditunjukkan jika ada anak buah yang dinilai tidak bisa melaksanakan pekerjaan sesuai keinginannya.

"Kalau pekerjaannya tidak sesuai pasti dimarahi," kata Aryanto.

"Temperamen berarti Pak Ferdy Sambo?," tanya Fattah.

"Iya," angguk Aryanto.

Lebih lanjut, jaksa penuntut umum (JPU) kemudian kembali membahas keseharian Ferdy Sambo saat bekerja.

Dipertanyakan kembali perilaku eks jenderal bintang dua tersebut terhadap anak buahnya.

"Saudara saksi kan sudah lama ikut Pak FS, bagaimana sehari-hari Pak FS ini kalau dalam bertugas, khusus untuk anak buah ya. Kalau dia memerintahkan itu apakah harus segera dilaksanakan atau bagaimana?," tanya JPU dikutip KOMPASTV, Jumat (11/11/2022).

"Namanya perintah pimpinan pasti langsung dilaksanakan," jawab Aryanto.

Dengan kekuasaan yang begitu besar, Ferdy Sambo rupanya tak pernah menemui perlawanan dari para anak buah.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa sekitar 97 polisi terlibat rekayasa kasus Brigadir J, dan melakukan penghapusan barang bukti tanpa berani melawan.

"Pernah enggak saksi mengetahui ada perintah Pak FS ke anak buahnya tidak dilaksanakan?," cecar JPU.

"Belum pernah tahu," geleng Aryanto.

"Jadi belum pernah terjadi anak buah melawan atau tidak melaksanakan perintah Pak FS ya?," tanya JPU memastikan.

"Setahu saya belum ada," aku Aryanto.

Baca juga: Murka Brigadir J Disebut Berkepribadian Ganda, Pengacara: Ferdy Sambo-PC Harus Dicek, Waras Enggak

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Sifat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Perlu Dibedah

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menyoroti pembahasan mengenai kepribadian korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dalam persidangan, Rabu (9/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, dalam sidang tersebut, pihak Ferdy Sambo terkesan menggali keburukan Brigadir J ke para ART dan mantan ajudan di rumahnya.

Padahal, alih-alih Brigadir J, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, lebih patut dibedah kepribadiannya karena statusnya sebagai terdakwa.

Baca juga: Suka Pukul ART hingga Kerap Marah, Ini Sikap Brigadir J Versi Susi dan Para Ajudan Ferdy Sambo

"Mengejutkan tidak pernah terdengar sekali pun akan adanya criminal profiling, bukankan yang duduk di kursi pesakitan adalah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?," kata Reza dikutip kanal YouTube metrotvnews, Kamis (10/11/2022).

"Alhasil lebih mendesak, lebih penting, lebih relevan, dan semoga lebih bermanfaat apabila yang dibedah adalah sifat, kepribadian, dan perilaku dua terdakwa tersebut."

"Dengan kata lain, criminal profiling semestinya didahulukan ketimbang victim profiling."

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri membeberkan analisanya terkait kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (27/10/2022).
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri membeberkan analisanya terkait kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (27/10/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Victor Kamang Saksi Kasus Brigadir J Bungkam Pengacara KM yang Ragukan Kapabilitasnya Gegara Anting

Merasa janggal lantaran sisi negatif Brigadir J terus saja dikulik, Reza menilai ada upaya mengkriminalisasi Brigadir J.

Ia mengaku cemas jika Brigadir J yang sudah dihabisi nyawanya, masih terus saja diserang dan dipersalahkan.

"Saya mengendus ini victim profiling beraroma criminal profiling," ucap Reza.

"Jadi saya khawatir betul, orang yang sudah meninggal dunia ini laksana sudah jatuh ditimpakan tangga pula."

"Dia sudah meninggal dunia akibat pembunuhan berencana, kemudian hari-hari belakangan ini dan boleh jadi ke depannya akan terus menerus didiskreditkan sehina-hinanya."

Reza mengingatkan kembali ke awal kasus di mana Ferdy Sambo mempersalahkan Brigadir J yang diklaim menembak rekannya, Bharada E alias Richard Eliezer.

Namun tudingan itu terbukti hanya rekayasa palsu dan Brigadir J justru menjadi korban serta sama sekali tak pernah mengeluarkan tembakan.(TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Tags:
Ferdy SamboBrigadir JPutri Candrawathi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved