Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Nomor HP Brigadir J Keluar dari Grup WhatsApp Keluarga, Kuasa Hukum Ungkap Kecurigaan Ini

Nomor ponsel atau HP Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J tiba-tiba saja keluar dari grup WhatsApp (WA) keluarganya. Ini penjelasan pengacara

Editor: Lailatun Niqmah
Istimewa/Tribunnews.com
Kolase tangkapan layar saat Brigadir J menangis dan ketakutan lewat Video Call dengan kekasihnya Vera Simanjuntak (kiri) dan foto Brigadir J semasa hidup. 

TRIBUNWOW.COM - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yakni Martin Lukas Simanjuntak mengungkap fakta terbaru soal kasus pembunuhan berencana terhadap kliennya.

Dikutip dari Tribunnews.com, Martin Lukas Simanjuntak menyebut nomor ponsel atau HP Brigadir J tiba-tiba saja keluar dari grup WhatsApp (WA) keluarganya.

Martin Simanjuntak pun menampilkan bukti bahwa Brigadir J keluar dari WA keluarga.

Baca juga: Sebut Brigadir J Ogah Nikahi Vera Simanjuntak, Daden Ajudan Ferdy Sambo Ngaku Diminta Carikan Wanita

Tampak dirinya membagikan tangkapan layar dari WA keluarga Brigadir J, dari ponsel Yuni, kakak kandung Brigadir J.

Tertulis dalam tangkapan layar tersebut menunjukkan: 'Peserta sebelumnya Dx Yosua, keluar pada hari ini pukul 07.19.'

Diketahui hingga saat ini ponsel Brigadir J masih belum jelas keberadaannya.

Martin mengatakan Dx Yosua, merupakan keterangan nama pada nomor Brigadir J yang disimpan di ponsel Yuni sang kakak kandung.

"Yang pasti dalam hal ini saya bingung aja, kok bisa dia (Brigadir J) keluar dari grup," ujat Martin, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

"Saya curiga keluarnya ini bukan suatu kebetulan," imbuhnya.

Baca juga: Kesaksian Sopir Mobil Ambulans yang Bawa Mayat Brigadir J, Sempat Debat dengan Anak Buah Ferdy Sambo

Soal nomor Brigadir J yang tiba-tiba keluar dari WA grup keluarga ini pun perlu mendapat perhatian di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.

Pun dirinya mendorong adanya pihak dari WhatsApp yang dihadirkan sebagai saksi.

"Oleh karena itu saya yakin seluler pasti tidak bisa memiliki data history percakapan (Brigadir J)," ungkapnya lagi.

Maka dari itu dirinya mendorong pihak WA untuk dihadirkan, baik sebagai sebagai saksi ataupun sebagai ahli.

"Saya tidak tahu apakah pihak WhatsApp ada perwakilan Indonesia atau tidak, tapi saya pikir kalau kebutuhannya pro-justisia, seandainya pun mereka di luar negeri, Indonesia memiliki kewenangan untuk memanggil mereka," katanya lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved