Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Sebut Sifat Ferdy Sambo Perlu Dibedah, Ahli: Brigadir J Sudah Dibunuh, Didiskreditkan Sehina-hinanya

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menilai perlu dilakukan profiling terhadap Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Tribunnews/Jeprima
Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua, Ferdy Sambo tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri menyoroti pembahasan mengenai kepribadian korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dalam persidangan, Rabu (9/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, dalam sidang tersebut, pihak Ferdy Sambo terkesan menggali keburukan Brigadir J ke para ART dan mantan ajudan di rumahnya.

Padahal, alih-alih Brigadir J, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, lebih patut dibedah kepribadiannya karena statusnya sebagai terdakwa.

Baca juga: Suka Pukul ART hingga Kerap Marah, Ini Sikap Brigadir J Versi Susi dan Para Ajudan Ferdy Sambo

"Mengejutkan tidak pernah terdengar sekali pun akan adanya criminal profiling, bukankan yang duduk di kursi pesakitan adalah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?," kata Reza dikutip kanal YouTube metrotvnews, Kamis (10/11/2022).

"Alhasil lebih mendesak, lebih penting, lebih relevan, dan semoga lebih bermanfaat apabila yang dibedah adalah sifat, kepribadian, dan perilaku dua terdakwa tersebut."

"Dengan kata lain, criminal profiling semestinya didahulukan ketimbang victim profiling."

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri membeberkan analisanya terkait kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (27/10/2022).
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri membeberkan analisanya terkait kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (27/10/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Victor Kamang Saksi Kasus Brigadir J Bungkam Pengacara KM yang Ragukan Kapabilitasnya Gegara Anting

Merasa janggal lantaran sisi negatif Brigadir J terus saja dikulik, Reza menilai ada upaya mengkriminalisasi Brigadir J.

Ia mengaku cemas jika Brigadir J yang sudah dihabisi nyawanya, masih terus saja diserang dan dipersalahkan.

"Saya mengendus ini victim profiling beraroma criminal profiling," ucap Reza.

"Jadi saya khawatir betul, orang yang sudah meninggal dunia ini laksana sudah jatuh ditimpakan tangga pula."

"Dia sudah meninggal dunia akibat pembunuhan berencana, kemudian hari-hari belakangan ini dan boleh jadi ke depannya akan terus menerus didiskreditkan sehina-hinanya."

Reza mengingatkan kembali ke awal kasus di mana Ferdy Sambo mempersalahkan Brigadir J yang diklaim menembak rekannya, Bharada E alias Richard Eliezer.

Namun tudingan itu terbukti hanya rekayasa palsu dan Brigadir J justru menjadi korban serta sama sekali tak pernah mengeluarkan tembakan.

Baca juga: Sebut Brigadir J Ogah Nikahi Vera Simanjuntak, Daden Ajudan Ferdy Sambo Ngaku Diminta Carikan Wanita

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 03.13:

Reaksi Keluarga

Kepribadian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjadi pembahasan pokok dalam sidang lanjutan pada Rabu (9/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, pihak pengacara terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sempat menyebut Brigadir J kemungkinan memiliki kepribadian ganda.

Selain itu, sejumlah saksi juga terkesan menyerang kepribadian Brigadir J dan mengatakan bahwa mendiang kerap menyelinap untuk ke hiburan malam.

Baca juga: Sebut Brigadir J Ogah Nikahi Vera Simanjuntak, Daden Ajudan Ferdy Sambo Ngaku Diminta Carikan Wanita

Kolase potret Putri Candrawathi (kiri), Ferdy Sambo (tengah), dan mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Kolase potret Putri Candrawathi (kiri), Ferdy Sambo (tengah), dan mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. (Istimewa/ Tribunnews.com)

Sebagaimana diketahui, dalam sidang tersebut dihadirkan ajudan, ART hingga Sekuriti rumah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

ART Susi yang sudah 3 tahun bekerja melayani Putri, menyebut Brigadir J sebagai orang yang temperamental.

Sementara rekan sesama ajudan, Daden Miftahul Haq, menyebut Brigadir J kerap memukuli ART.

Sekuriti Damianus Laba Kobam atau Damson juga menyebut Brigadir J kerap mengajak ke tempat hiburan malam dan bahkan memergokinya ke hotel bersama wanita.

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, juga telah meminta izin hakim untuk memeriksa saksi terkait dugaan kepribadian ganda Brigadir J.

Menanggapi indikasi pembunuhan karakter tersebut, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro, buka suara terkait reaksi keluarga.

Ia mengklaim segenap keluarga dan tim kuasa hukumnya mengutuk keras klaim pihak Ferdy Sambo tersebut.

"Saya hanya bisa geleng-geleng dan sangat menyesalkan sekali apa yang disampaikan," ucap Yonathan dikutip kanal YouTube metrotvnews, Kamis (10/11/2022).

"Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan, saya mewakili tim kuasa hukum dan keluarga, kami mengutuk keras jika ada kesaksian dari para saksi-saksi yang tidak berkata jujur dan justru menimbulkan fitnah yang sangat keji kepada seseorang yang sudah tiada dan tidak bisa membela dirinya."

"Sudah dibunuh nyawanya, dihabisi, sekarang karakternya dibunuh. Ini betul-betul keterlaluan. Dan apa yang disampaikan saksi-saksi tersebut bisa saya pastikan itu sangat bertolak belakang dengan kenyataan sebenarnya."(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita lain terkait

Tags:
Ferdy SamboPutri CandrawathiBrigadir JPsikologi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved