Pilpres 2024
Saat Komentari Prabowo, Jokowi Disebut Berikan Sinyal Enggan Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024
Pengamat politik melihat Jokowi memberikan sinyal tidak ingin Anies Baswedan menang dalam kontestasi Pilpres 2024.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) disebut telah memberikan sinyal tidak ingin mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Seperti yang diketahui, saat ini Anies Baswedan sudah berstatus sebagai calon presiden (capres) 2024 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, analisis ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah.
Baca juga: Ingin Cegah Perang Dunia III, Jokowi Tugaskan Prabowo Ikut Urus Konflik Rusia dan Ukraina
Dedi menyoroti pernyataan Jokowi saat mengomentari soal pendapat terhadap majunya Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di 2024.
Menurut Dedi, pernyataan dukungan dari Jokowi terhadap Prabowo bersifat normatif tidak riil.
Namun dukungan Jokowi itu juga bisa diartikan sebagai sinyal bahwa Jokowi tidak ingin Anies menang di 2024.
"Dukungan ini bisa saja hanya isyarat, jika ia tidak mendukung atau tidak menginginkan Anies memenangi kontestasi," ujar Dedi, Sabtu (5/11/2022).
"Mengapa bisa ditafsir hingga ke Anies, karena statement Jokowi muncul saat bakal calon kontestan hanya dua, Prabowo dan Anies," ungkapnya.
Pernyataan dukungan terhadap Prabowo, disampaikan oleh Jokowi dalam acara pameran Indo defence Expo 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/10/2022).
Dikutip TribunWow dari Tribunnews, dalam acara itu, Jokowi hadir didampingi oleh Prabowo.
"Sudah sejak awal, kok restu-restu, sejak awal saya menyampaikan mendukung beliau (Prabowo)," kata Jokowi.
Selain dukungan, Jokowi juga mengaku beberapa kali memberikan wejangan kepada Prabowo terkait Pilpres 2024.
Jokowi juga kerap membahas masa depan Indonesia bersama Prabowo.
"Ya kita sering saling bertukar pikiran mengenai bagaimana Indonesia ke depan," tuturnya.
"Saya kira biasa berbicara dengan, bukan sering, tapi terlalu sering berbicara dengan Pak Menhan itu," imbuh Jokowi.