Konflik Rusia Vs Ukraina
Ditahan di Ukraina, Tentara Rusia Sebut Dipaksa Berbohong Mengaku Berstatus Pelajar
Tentara Rusia yang baru saja bebas dalam pertukaran tahanan menceritakan bagaimana dirinya diperlakukan di Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Mundurnya pasukan Rusia dari Kherson dikabarkan oleh Kirill Stremousov, wakil administrator sipil wilayah Kherson yang dilantik Rusia.
Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara pada hari Kamis dengan Solovyov Live, outlet media online pro-Kremlin.
"Kemungkinan besar unit kami, tentara kami, akan berangkat ke tepi kiri (timur)," ucap Stemousov dikutip Al Jazeera, Jumat (4/10/2022).
Provinsi Kherson termasuk ibukota Kherson, adalah satu-satunya wilayah dan kota besar Ukraina yang direbut secara utuh sejak Rusia menginvasi negara itu delapan bulan lalu.
Daerah yang dikuasai juga mencakup satu sisi bendungan di seberang Dnieper, yang mengontrol pasokan air untuk mengairi Krimea, semenanjung Ukraina yang direbut Rusia dan kemudian dianeksasi pada tahun 2014.
Sebelumnya, Rusia telah membantah pasukannya berencana untuk menarik diri dari daerah itu, dengan menyebutkan bahwa setiap kemunduran mewakili kekalahan signifikan bagi pasukannya.
Namun, tidak ada kabar pada hari Kamis dari pejabat senior di Kremlin, meskipun dari foto-foto yang beredar di media sosial, terlihat bangunan-bangunan utama di Kherson tidak lagi mengibarkan bendera Rusia.
Natalia Humeniuk, juru bicara komando militer selatan Ukraina, mengatakan pernyataan soal mundurnya tentara Rusia bisa menjadi jebakan.
Sementara foto-foto yang dibagikan di akun Telegram pro-Kremlin kemungkinan adalah informasi yang salah.
"Ini bisa menjadi manifestasi dari provokasi tertentu untuk menciptakan kesan bahwa permukiman ditinggalkan, aman untuk memasukinya, sementara mereka bersiap untuk pertempuran jalanan," kata Humeniuk dalam komentar yang disiarkan televisi.

Baca juga: Komandan Rusia Akui Kewalahan Hadapi Ukraina, Kherson Terancam Lepas dari Genggaman Putin
Seorang pejabat Barat, berbicara kepada kantor berita Reuters dengan syarat anonim, menilai Rusia berencana untuk mundur ke timur sungai sehingga bisa lebih baik mempertahankan pasukannya.
"Kami pikir perencanaan itu hampir pasti tentang penyerangan," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa beberapa komandan Rusia sudah melakukan relokasi.
"Kami akan menilai bahwa di Kherson, kemungkinan sebagian besar komando telah ditarik sekarang melintasi sungai ke timur, meninggalkan cukup demoralisasi dan seringkali dalam beberapa kasus pasukan tanpa pemimpin untuk menghadapi Ukraina di sisi lain," imbuhnya.
Pasukan Ukraina di garis depan lebih berhati-hati, karena bagaimanapun mereka tidak melihat bukti pasukan Rusia menarik diri.
Menulis di Twitter, Michael Kofman, direktur Studi Rusia di Pusat Analisis Angkatan Laut di Washington, DC, yang baru saja kembali dari daerah dekat front Kherson, mengatakan niat Moskow tidak jelas dan pertempuran di Kherson berada dalam situasi sulit.