Konflik Rusia Vs Ukraina
Benci Putin, Miliarder dan Elite Rusia Ramai-ramai Ajak Pindah Kewarganegaraan Buntut Perang Ukraina
Sejumlah miliarder dan elite Rusia melepaskan kewarganegaraannya sebagai protes atas perang Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Miliarder Rusia Oleg Tinkov (54) mengatakan dia telah memutuskan untuk melepaskan kewarganegaraannya karena perang di Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, langkah ini belakangan ramai dilakukan sejumlah elite dan miliarder berkebangsaan Rusia sebagai bentuk protes mereka.
Bahkan, ajakan untuk meninggalkan kewarganegaraan itu diserukan demi melemahkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyudahi perang.
Baca juga: Jadi Tawanan Perang Rusia, 108 Perempuan Ukraina Mengaku Disiksa hingga Dilecehkan Berjam-jam
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (1/11/2022), Tinkov melalui Instagramnya mengkritik pemerintah Rusia dan menyebut invasi ke Ukraina adalah hal gila.
Karenanya, ia memilih untuk melepas kewarganegaraan Rusia dan menetap di luar negeri.
"Saya telah mengambil keputusan untuk keluar dari kewarganegaraan Rusia saya. Saya tidak bisa dan tidak akan dikaitkan dengan negara fasis, yang memulai perang dengan tetangga mereka yang damai dan membunuh orang tak bersalah setiap hari," tulis Tinkov, Senin (31/10/2022).
Ia pun menyerukan ajakan agar pengusaha Rusia lainnya mengikuti jejaknya dan sejumlah elite maupun miliarder yang sudah lebih dulu membuat keputusan serupa.
"Saya berharap lebih banyak pengusaha Rusia terkemuka akan mengikuti saya, sehingga melemahkan rezim Putin dan ekonominya, dan akhirnya membuatnya kalah,” imbuhnya.

Baca juga: Singgung soal Rezim, Elite Rusia Tegur Upaya Putin Hancurkan Ukraina, Sebut Jadi Kesalahan Besar
Tinkov yang telah berbasis di luar Rusia dalam beberapa tahun terakhir itu, membagikan foto sertifikat yang mengonfirmasi pelepasan kewarganegaraan Rusia-nya.
"Saya benci Rusia-nya Putin, tapi saya suka semua orang Rusia yang jelas-jelas menentang perang gila ini!," ungkap Tinkov,
Tinkov adalah pendiri Tinkoff Bank online, salah satu pemberi pinjaman terbesar di Rusia dengan sekitar 20 juta pelanggan.
Dia juga memiliki sekitar 35 persen dari TCS Group Holding yang berbasis di Siprus, yang perusahaannya stabil di bawah merek Tinkoff mencakup sektor dari perbankan dan asuransi hingga layanan seluler.
Pada bulan April, Tinkov telah mengklaim bahwa 90 persen dari warga negaranya menentang keputusan Putin untuk menyerang Ukraina pada akhir Februari dan meminta para pemimpin Barat untuk membantu mengakhiri pembantaian.
Adapun Tinkov sebelumnya telah menjadi sasaran sanksi Inggris yang diberlakukan segera setelah konflik dimulai.
Dia ditangkap di London pada 2020 atas tuduhan penggelapan pajak di Amerika Serikat.