Konflik Rusia Vs Ukraina
Benci Putin, Miliarder dan Elite Rusia Ramai-ramai Ajak Pindah Kewarganegaraan Buntut Perang Ukraina
Sejumlah miliarder dan elite Rusia melepaskan kewarganegaraannya sebagai protes atas perang Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Yayasan milik Milner, Breakthrough Prize Foundation, dengan tegas mengutuk invasi Rusia terhadap Ukraina.
"Ketika perang mengerikan di Ukraina berlanjut, dengan korban dan kekejaman meningkat, Breakthrough Prize Foundation mengutuk keras invasi Rusia ke Ukraina dan serangan brutal dan tidak beralasan terhadap penduduk sipil."
Yayasan Milner diketahui telah menyumbangkan setidaknya $11 juta (Rp 172 miliar) untuk membantu pengungsi dari Ukraina dan ilmuwan yang terpaksa meninggalkan negara itu.
Baca juga: Susah-susah Dijembatani PBB, Rusia Sepihak Batalkan Perjanjian Jalur Aman Ekspor Pangan Ukraina
Nasib Elit Rusia yang Kabur
Sejumlah tokoh elit Rusia terang-terangan menyatakan penolakan atas invasi negaranya ke Ukraina.
Mereka adalah segelintir orang yang berani menyatakan pendapat di tengah tekanan pemerintahan Presiden Vladimir Putin.
Dua di antaranya adalah seorang diplomat internasional dan anggota direksi perusahaan keuangan milik pemerintah.
Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, Rabu (25/5/2022), Igor Volobuyev menghabiskan dua dekade bekerja di jantung pendirian bisnis Rusia, pertama untuk Gazprom kemudian untuk afiliasinya Gazprombank.
Di perusahaan terakhir, Volobuyev menjadi wakil presiden direksi hingga Februari tahun ini.
Setelah Putin melancarkan perangnya di Ukraina pada akhir Februari, Volobuyev memutuskan dia tidak tahan lagi tinggal di Rusia.
Pria itu pun mengemasi ransel kecil berisi barang-barang dan setumpuk uang tunai, dan terbang ke luar negeri pada tanggal 2 Maret, berpura-pura pergi berlibur.
Beberapa hari kemudian, Volobuyev menyeberang dari Polandia ke Ukraina, di mana dia menghabiskan masa kecilnya.
Sekarang, dia menghabiskan hari-harinya mencoba meyakinkan para pejabat untuk memberinya dokumen Ukraina dan mengizinkannya mendaftar untuk dinas militer.
"Saya ingin pergi ke tempat di mana saya bisa mempertahankan tanah air saya dengan senjata, saya berusaha setiap hari," kata Volobuyev dalam sebuah wawancara di pinggiran ibukota, Kyiv.
"Saya tidak akan pernah kembali ke Rusia."