Breaking News:

Tragedi Arema FC Vs Persebaya

Ucap Kalimat Blunder di Mata Najwa soal Tragedi Kanjuruhan, Oknum Aremania Ini Dibanjiri Hujatan

Seorang oknum suporter Arema FC, Aremania bernama Dadang, mengucapkan kalimat blunder saat membahas soal tragedi Kanjuruhan.

Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang oknum suporter Arema FC, Aremania bernama Dadang, mengucapkan kalimat blunder saat membahas soal tragedi Kanjuruhan.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Narasi TV, Kamis (6/10/2022), Dadang menyebutkan bahwa masuknya Aremania ke dalam lapangan adalah sebuah tradisi.

Diketahui, tragedi di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) lalu bermula dari Aremania yang masuk ke dalam lapangan.

Aremania bermaksud menemui pemain dan ofisial Arema FC untuk menanyakan penyebab kekalahan dari Persebaya Surabaya.

Baca juga: Sebagian Aremania Trauma Atas Tragedi Kanjuruhan, Mengaku Takut untuk Dukung Arema FC di Stadion

Baca juga: Bukan Sanksi, PSSI Klaim FIFA Bakal Beri Bantuan Tragedi Kanjuruhan seusai Laga Arema Vs Persebaya

Akan tetapi, kericuhan tak terelakkan sehingga polisi pun menembakkan gas air mata untuk mengamankan massa.

Penyebab jatuhnya korban jiwa adalah kehabisan oksigen akibat saling berdesakan karena panik seusai polisi menembakkan gas air mata.

Dadang adalah satu di antara perwakilan Aremania yang diminta hadir di acara Mata Najwa untuk memberikan statement terkait tragedi Kanjuruham.

Hanya saja, Dadang beserta ditemani oleh Aremania yang lain bergabung secara virtual.

Selain itu, statement Dadang menuai kontroversi karena menolak kehadiran suporter Persebaya Surabaya, Bonek Mania yang ingin membantu untuk mengusut tuntas tragedi di Kanjuruhan.

Suasana salah satu tribun di stadion Kanjuruhan yang penuh gas air mata usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). Media asing Nytimes menyoroti kontroversi tembakan gas air mata yang dilontarkan pihak kepolisian ke arah penonton.
Suasana salah satu tribun di stadion Kanjuruhan yang penuh gas air mata usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022). (istimewa via TribunJatim.com)

“Untuk masalah Cak Andi Peci dan teman-teman bonek mau datang ke Kanjuruhan, tanpa mengurangi rasa hormat, kalau pertandingannya tidak melawan Persebaya, kami persilahkan."

"Tapi kan ini lawan Persebaya, kami tidak ingin nantinya ada semacam friksi yang tidak-tidak ditingkatan grassroot, kan friksinya beda-beda ditingkatan itu,” kata Dadang dalam statementnya.

Akan tetapi, Dadang tak menampik bahwa ia dan pihaknya membutuhkan doa dan dukungan dari suporter tim lain, tak terkecuali Bonek Mania.

Dadang langsung disorot tajam dan bahkan dihujat oleh Aremania yang lain.

Baca juga: Detik-detik Aremania Geruduk Lapangan Hampiri Pemain Arema FC Diungkap Komnas HAM, Berikut Motifnya

Ucapan Dadang dianggap menghambat aksi damai yang tengah diusung oleh Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Mengingat, Persebaya Surabaya dan Arema FC tengah berupaya mengakhiri rivalitas dan berupaya mempertemukan Bonek Mania dan Aremania untuk membuat langkah konkrit.

Halaman
12
Tags:
Liga 1 2022Tragedi KanjuruhanAremaniaMata NajwaPersebaya Surabaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved