Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Mulut Berbusa hingga Wajah Membiru, Kondisi Jasad Korban Tragedi Kanjuruhan Diungkap Komnas HAM

Komnas HAM membeberkan kondisi memprihatinkan korban jiwa pada tragedi Kanjuruhan yang disinyalir merupakan efek gas air mata.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam buka suara soal temuan dalam insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). Anam membeberkan kondisi memprihatinkan jasad para korban yang ditengarai terkena efek gas air mata. 

"Senin itu baru bisa melihat, sebelum-sebelumnya enggak bisa melihat, matanya sakit kalau dibuka, dadanya juga perih, sesak napas, tenggorokannya perih," bebernya.

Baca juga: Kesaksian Korban Tragedi Kanjuruhan, Ngaku Lihat Oknum Aparat Tolak Beri Pertolongan: Malah Didorong

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Elmiati Kehilangan Suami dan Balitanya

Seorang  Aremanita menceritakan detik-detik pilunya setelah kehilangan suami dan anak balitanya dalam insiden mengerikan seusai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Dilansir TribunWow.com, Aremanita bernama Elmiati (33) harus kehilangan sang suami Rudi Harianto dan anak bungsunya M Firdi Prayogo (3) yang menjadi korban jiwa dalam momen mengerikan insiden seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Dalam kisahnya, Elmiati menceritakan detik-detik di saat sang suami dan balitanya gagal menyelamatkan diri dari insiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tersebut.

Bermula saat keduanya menonton laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Gate 13 Stadion Kanjuruhan.

Baca juga: Luis Milla Kebingungan, 1 Masalah Besar Menanti Persib Bandung Imbas Insiden Laga Arema Vs Persebaya

Ketiganya terpisah saat mencoba keluar melalui lorong pintu keluar stadion.

Nahas, Elmiati yang berhasil menyelamatkan diri dari insiden mengerikan itu tak bisa kembali bersua suami dan putranya.

Suami dan anak balitanya diduga tewas karena terhimpit massa kerumunan suporter yang hendak menghindari gas air mata di dalam stadion.

Seinget Elmiati, awal insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Seusai laga, para pemain kedua belah pihak bergegas berlari menuju ruang ganti pemain seusai mengetahui beberapa Aremania berlarian menuju ke tengah lapangan Stadion Kanjuruhan.

Seketika, masssa yang turun semakin banyak dan membuat aparat keamanan menghalau dengan segala upaya agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Imbasnya, gas air mata yang entah darimana berasal menyongsong tribun 13 tempat dimana Elmiati, suami dan anak balitanya berada.

Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas.
Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas. (YouTube Kompastv)

Baca juga: Ciro Alves Unggah Foto Kenangan di Kanjuruhan saat Persib Kontra Arema, Bobotoh Banjiri Postingannya

"(Lontaran bola gas air mata) iya ke arah tribun. Lontaran itu masuk ke kerumunan penonton. Suami saya mengajak pulang; ayo pulang aja selak adik keno gas (keburu anak terkena gas). Posisi itu sudah ricuh," ujarnya dikutip TribunWow.com dari TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM) di kediamannya, kawasan Blimbing, Malang, Senin (3/10/2022).

Halaman
1234
Tags:
Arema FCTragedi KanjuruhanPersebaya SurabayaKomnas HAMLiga 1 2022
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved