Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Mulut Berbusa hingga Wajah Membiru, Kondisi Jasad Korban Tragedi Kanjuruhan Diungkap Komnas HAM

Komnas HAM membeberkan kondisi memprihatinkan korban jiwa pada tragedi Kanjuruhan yang disinyalir merupakan efek gas air mata.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam buka suara soal temuan dalam insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). Anam membeberkan kondisi memprihatinkan jasad para korban yang ditengarai terkena efek gas air mata. 

Mengetahui lontaran gas air mata pekat menyongsong tribun mereka, ketiganya bergegas untuk pergi melalui tangga tribun.

Bukan hanya Elmiati, para Aremania yang satu tribun dengannya juga satu pemikiran.

Alhasil, desak-desakan tak terelakan dan saling berebut untuk keluar dari Stadion Kanjuruhan. 

"Posisi saya ada di pinggir di tangga pegangan biru-biru (pegangan anak tangga)itu. Suami saya berada di dekat pintu gerbang. Suami saya berada di baris kedua dekat pintu gerbang (yang tertutup)," ungkapnya. 

Lantaran kondisi semakin tak memungkinkan, Elmiati yang semula bersama suami dan anaknya harus terpisah.

Elmiati juga tak mengetahui keberadaan suami dan anaknya yang semula berada tepat di depannya.

Dalam momen serba pelik itu, Elmiati mengaku dirinya sudah pasrah jika ajalnya tiba di waktu itu.

"Saya juga sudah pasrah kalau nanti ikut meninggal, saya meninggal dengan suami dan anak saya, pikiran saya cuma begitu," gumamnya, kala itu, sembari mengenang. 

Mengingat saat itu, tubuhnya sudah terhimpit ratusan tubuh yang berdesakan merangsek ingin segera keluar dari Stadion Kanjuruhan.

Ia menyaksikan secara langsung wajah-wajah girang yang semula satu tribun dengannya berubah menjadi teriakan, rintihan kesakitan dan meminta pertolongan bantuan.

Elmiati juga melihat sendiri beberapa orang telah sekarat tak berdaya dengan mulut yang mulai mengeluarkan busa.

"Itu (orang-orang) masih teriak-teriak. Ada yang keluar busa. Ada yang sekarat. Saya lihat sendiri," ungkapnya. 

Entah dari mana asalnya, bak ubahnya malaikat penolong, tubuh Elmiati tiba-tiba ditarik oleh orang lain dan akhirnya berhasil terhindar dari desakan kerumunan itu untuk kembali mencari area lapangan, yakni di atas tribun.

Beruntung, saat kembali ke atas tribun, cuaca menjadi gerimis sehingga pekatnya gas air mata tak sepekat awal.

"Ternyata, ada yang menolong saya. Saya diajak ke atas tribun lagi. (Gas air mata hilang) bukan karena angin, tapi karena hujan," terangnya. 

Halaman
1234
Tags:
Arema FCTragedi KanjuruhanPersebaya SurabayaKomnas HAMLiga 1 2022
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved