Breaking News:

Tragedi Arema Vs Persebaya

Kesaksian Korban Tragedi Kanjuruhan, Ngaku Lihat Oknum Aparat Tolak Beri Pertolongan: Malah Didorong

Seorang suporter yang selamat, Udin, menceritakan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang tersebut.

Editor: Lailatun Niqmah
Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Seorang suporter yang selamat, Udin, menceritakan tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut. 

TRIBUNWOW.COM - Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022), menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi sorotan dunia.

Seorang suporter yang selamat, Udin, menceritakan tragedi yang menewaskan 131 orang tersebut.

Saat kerusuhan terjadi, Udin mengaku melihat oknum aparat menolak memberi bantuan pertolongan pertama kepada suporter wanita.

Ia melihat ada tiga orang yang ditolak aparat saat membutuhkan pertolongan pertama.

Baca juga: Kisah Pilu Pasutri Meninggal Terinjak di Laga Arema Vs Persebaya, sang Anak Berusia 11 Tahun Selamat

Kejadian pertama, Udin menyaksikan ketika seorang suporter perempuan digotong dalam keadaan pingsan oleh tiga orang pria.

Mereka lalu menghampiri sebuah mobil yang berada di depan bangku pemain.

Menurut Udin, mobil itu dijaga Brimob.

Saat ketiga pria itu tampak meminta pertolongan, Udin menyaksikan para anggota Brimob itu menolak untuk membantu bahkan mendorong ketiga orang tersebut.

“Pertama yang saya lihat itu satu orang wanita digotong oleh tiga orang pria, tiga orang suporter, menghampiri mobil yang ada di depan bangku pemain. Itu dijaga brimob, kurang lebih empat orang,” cerita Udin dalam konferensi pers secara daring oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Rabu (5/10/2022).

“Jadi sudah keadaan genting seperti itu, suporter wanita tadi yang dalam keadaan pingsan digotong, itu ditolak sam pihak Brimob."

"Malah didorong-dorong dengan tameng. Akhirnya yang pertama tadi ditolak sama Brimob, enggak tahu dia keluar lewat mana. Itu pun saya tidak tahu hasil akhirnya dia selamat atau tidak.” lanjut dia.

Tidak sampai di situ, lanjut Udin, dari arah tribun selatan datang lagi beberapa suporter yang juga membutuhkan pertolongan.

Lagi-lagi, ia menyaksikan bagaimana para suporter tersebut tetap ditolak oleh aparat yang sama.

“Terus datang dari arah selatan, tribun selatan. Datang lagi orang yang dibopong, salah satunya juga suporter wanita. Tujuan mereka sama, mau mengevakuasi dan mempercepat pertolongan pertama."

"Ia menuju mobil polisi itu, sama perlakuan si aparat waktu itu, orangnya juga sama dan menghalang-halangi mereka,” jelas Udin.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Tragedi KanjuruhanArema FCAremaniaPersebaya SurabayaStadion Kanjuruhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved