Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Geger Pria Rusia Tembak Petugas Wajib Militer Perang Ukraina, Buat Warga Berhamburan saat Teriak Ini

Rekaman menunjukkan peristiwa penembakan oleh seorang warga lokal Rusia terhadap petugas wajib militer untuk perang Ukraina.

Instagram @voaindonesia
Kolase rekaman penembakan yang dilakukan warga lokal terhadap petugas wajib militer Rusia di kota Ust-Ilimsk, Irkutsk, Siberia, Senin (27/9/2022). 

Ia melihat penembak menerobos masuk ke aula pertemuan dengan senapan dan berteriak 'Tidak ada yang pergi ke mana pun' sebelum mengamuk.

Otoritas investigasi mengategorikan insiden ini sebagai kasus kriminal ke dalam upaya pembunuhan terhadap petugas penegak hukum dan perolehan senjata secara ilegal.

Sebagai informasi, sejak Putin membuat pengumuman mengejutkan pada Rabu, setidaknya 20 kantor perekrutan dibakar di 11 zona waktu Rusia.

Ribuan orang Rusia juga turun ke jalan sebagai bentuk protes.

Republik Dagestan di Kaukasus Utara, wilayah dengan jumlah tentara tertinggi yang diketahui tewas dalam perang Ukraina, menjadi titik pusat protes anti-wajib militer selama akhir pekan dengan lebih dari 100 dilaporkan ditahan.

Juga pada Senin pagi, seorang pria di kota barat Ryazan membakar dirinya sendiri di sebuah stasiun bus sambil mengatakan dia tidak ingin ambil bagian dalam perang di Ukraina.

Kremlin mengakui bahwa kesalahan telah dibuat selama mobilisasi pasukan cadangan untuk aksi militer di Ukraina dan mengatakan tidak ada keputusan yang diambil untuk menutup perbatasan Rusia.

"Memang, ada kasus ketika dekrit (mobilisasi wajib militer) dilanggar. Di beberapa daerah, gubernur secara aktif bekerja untuk memperbaiki situasi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

"Contoh ketidakpatuhan (dengan keputusan) menurun. Kami berharap ini akan mempercepat dan semua kesalahan akan diperbaiki."

Baca juga: Penduduk Wilayah Mayoritas Muslim di Rusia Protes Putin Ogah Dipaksa Perang ke Ukraina

Warga Dipanggil Tengah Malam dan Langsung Dikirim ke Ukraina

Pemerintah Rusia telah mengumumkan diberlakukannya wajib militer untuk membantu tentaranya yang kesulitan di Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, pengumuman tersebut disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mulai berlaku sejak Rabu (21/9/2022).

Sehari setelah pengumuman, sejumlah pria mendapatkan panggilan tersebut dan terpaksa bersedia dikirim ke medan perang.

Baca juga: Sempat Divonis Hukuman Mati, Warga Inggris yang Viral Bela Ukraina di Mariupol Kini Dibebaskan Rusia

Seperti dilaporkan The Guardian, panggilan wajib militer tersebut dikirim ke pria Rusia yang memenuhi syarat pada tengah malam.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved