Breaking News:

Pilpres 2024

Tertawa Lepas, Ini Jawaban Prabowo saat Ditanya Awak Media Isu Duet Bareng Jokowi di Pilpres 2024

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto tertawa saat menjawab pertanyaan wartawan terkait isu duet dengan Jokowi di 2024.

YouTube Kompastv
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto setelah selesai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Pada saat itu Prabowo sempat menjawab isu wacana duet dirinya dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di 2024. 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tertawa lepas saat ditanya soal isu duet dirinya dengan Presiden RI Joko Widodo di pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang.

Rumor duet Prabowo-Jokowi telah ramai dibicarakan bahkan didukung oleh sekelompok relawan jauh sebelum sang Menteri Pertahanan RI tersebut menyatakan diri akan maju sebagai capres 2024.

Dikutip TribunWow dari Kompastv, awak media sempat menanyakan isu duet kontroversial ini setelah Prabowo selesai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Berita Ridwan Kamil - Diperhitungkan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Barat: Beliau Akhirnya Memahami

Mendengar pertanyaan dari wartawan, Prabowo awalnya tertawa lepas.

Tak mengiyakan tapi tidak membantah, Prabowo memberikan jawaban abu-abu soal isu tersebut.

“Ya sebuah kemungkinan. Ada saja," kata Prabowo.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, menurut pengamat, duet Prabowo-Jokowi justru banyak membawa dampak negatif dan belum tentu bisa menang di 2024 nanti.

Hal ini dinyatakan oleh Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah.

Dedi menjelaskan bagaimana saat ini Indonesia tidak kekurangan tokoh untuk dipilih dalam Pilpres 2024 nanti.

Ia juga mengungkit wibawa Jokowi akan tercoreng apabila ikut bertarung bersama Prabowo sebagai wakil.

Menurut Dedi, orang yang menyuarakan ide duet Prabowo-Jokowi memiliki motif ekonomi.

"Sangat jelas dalam rangka mencari pekerjaan, bukan dalam konteks memikirkan bangsa ini ke depan," kata Dedi kepada Tribun Network, Selasa (13/9/2022).

Dedi menyampaikan, polarisasi di masyarakat akan semakin meruncing apabila wacana Prabowo-Jokowi diwujudkan.

Ia menyoroti bagaimana loyalis Prabowo dan Jokowi memiliki sikap yang agresif.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved