Terkini Nasional
Bukan Judi, Lukas Enembe Disebut Hanya Bermain Gim sekalian Berobat, MAKI Ungkap Daftar Perjalanan
Pihak Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui pernah berobat ke Singapura dan sekadar bermain gim untuk menghabiskan waktu.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pihak Gubernur Papua Lukas Enembe membenarkan pernah melakukan perjalanan ke Singapura.
Dilansir TribunWow.com, pengacara Lukas Enembe, Aloysius Rewarin, mengatakan tujuan kepergian tersebut adalah untuk berobat.
Namun, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) justru membeberkan bukti berlawanan.
Baca juga: Sebut Mahfud MD Asal Beropini soal Kasus Korupsi, Kuasa Hukum Lukas Enembe: Ini Menyangkut Nama Baik
Menirukan pengakuan Lukas Enembe, Aloysius menyebut kliennya mengakui pernah ke Singapura.
Ketika itu, Lukas Enembe memeriksakan kesehatannya dan berobat untuk meredakan penyakit yang diderita.
Di sela-sela perawatan di Singapura, Lukas Enembe mencari hiburan dengan cara bermain gim.
"Berdasarkan informasi yang saya dengar langsung dari Pak Gubernur, beliau ke Singapura yang saya tahu, bermain gim di sana," ujar Aloysius dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Senin (26/9/2022).
"Tapi beliau mengatakan itu sebagai hiburan ketika perawatan sakitnya di Singapura."
Meski menolak menyebut Lukas Enembe berjudi, namun Aloysius mengakui permainan tersebut dilakukan di kasino.
"Iya, gim kasino," tandasnya.

Baca juga: Sebut Lukas Enembe Punya Langganan Judi di Manila hingga Singapura, MAKI: Saya Punya Fotonya
Sementara itu, koordinator MAKI, Boyamin Saiman, membenarkan bahwa Lukas Enembe memang berobat ke Singapura.
Namun 25 kali perjalanan ke luar negeri yang tercatat sejak Desember 2021 hingga Agustus 2022 itu, lebih banyak ditujukan untuk berjudi.
"Memang ada berobatnya, tapi sebagian besar untuk judi," ujar Boyamin dikutip Kompas.com, Minggu (25/9/29/2022).
MAKI kemudian membeberkan bahwa Lukas Enembe menggunakan private jet untuk bolak-balik ke Singapura.
Ia juga beberapa kali ke Malaysia dan Filipina, namun hanya melalui jalur darat.
Tak hanya itu, Lukas Enembe juga sempat pergi ke Munich, Jerman, yang belum diketahui tujuannya.
"Mestinya ke Jerman berobat, tetapi aku tidak tahu apakah ada izin Mendagri ke Jerman," imbuhnya.
MAKI juga membeberkan sejumlah bukti foto dan video ketika Lukas Enembe saat tengah berjudi di dalam kasino.
Baca juga: Lukas Enembe Dipastikan Kembali Mangkir Panggilan KPK karena Tak Kuat Jalan, MAKI Ungkap Fakta Lain
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 05.20:
Menko Polhukam Mahfud MD buka suara mengenai kasus korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.
Dilansir TribunWow.com, tak hanya Rp 1 miliar, tersangka Lukas Enembe diperkirakan telah melakukan korupsi hingga ratusan miliar.
Hal ini diperkuat dengan isi di dalam rekening sang Gubernur yang kini telah dibekukan.
Baca juga: Polemik Plh Gubernur Papua, Lukas Enembe Surati Jokowi sedangkan Dance Flassy Manut Negara
Diketahui, sejumlah spekulasi muncul setelah Lukas Enembe dikabarkan terjerat kasus korupsi.
Ia disebut-sebut sebagai korban rekayasa politik yang berhubungan dengan partai pendukungnya.
Selain itu, kasus korupsi tersebut dikatakan terkait gratifikasi Rp 1 miliar yang diterima sang gubernur.
Meluruskan hal ini, Mahfud MD membongkar fakta-fakta dalam kasus tersebut.
"Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan parpol atau pejabat tertentu melainkan merupakan temuan dan fakta hukum," kata Mahfud MD dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Senin (19/9/2022).
"Dugaan korupsi yang dijatuhkan pada Lukas Enembe yang kemudian menjadi tersangka, bukan hanya gratifikasi Rp 1 miliar."
Alih-alih Rp 1 miliar, Lukas Enembe ternyata diduga melakukan korupsi hingga ratusan miliar rupiah.
Hal ini dituangkan dalam hasil analisis PPATK yang kemudian diserahkan ke KPK untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Live Streaming Opening Ceremony PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe, Dibuka oleh Jokowi
"Ada laporan dari PPATK tentang dugaan korupsi atau ketidakwajaran dari penyimpanan dan pengelolaan uang yang jumlahnya ratusan miliar, dalam 12 hasil analisis yang disampaikan ke KPK," beber Mahfud MD.
Kemudian, ia membeberkan isi rekening Lukas Enembe yang dinilai cocok dengan jumlah dugaan korupsi tersebut.
Pasalnya, per hari ini, rekening Lukas Enembe dipenuhi dengan uang senilai hingga Rp 71 miliar.
"Yang kedua, saat ini saja ada blokir rekening atas rekening Lukas Enembe, itu sebesar Rp 71 miliar yang sudah diblokir,"
"Jadi bukan Rp 1 miliar," imbuhnya.
Uang yang dikorupsi tersebut diduga berasal dari sejumlah sumber, termasuk di antaranya gelaran PON yang diadakan di Papua tahun 2021 lalu.
"Ada kasus lain terkait dengan kasus ini misalnya ratusan miliar dana operasional pimpinan, dana pengelolaan PON, kemudian juga adanya manajer pencucian uang yang dilakukan atau dimiliki oleh Lukas Enembe," ucap Mahfud MD.(TribunWow.com)
Sebagian artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?"