Breaking News:

Terkini Nasional

Buka-bukaan, Mahfud MD Sebut Ada Hakim Agung Selain Sudrajad yang Terseret OTT KPK: Harus Diusut

Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan hakim agung lain yang juga terseret OTT KPK.

Instagram @mohmahfudmd
Potret Menko Polhukam Mahfud MD yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Sabtu (6/8/2021). Terbaru, Mahfud MD membeberkan adanya dua sosok hakim agung yang terseret OTT KPK, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Menko Polhukam Mahfud MD membocorkan adanya dua hakim agung yang diduga terseret kasus suap.

Dilansir TribunWow.com, sosok selain tersangka Sudrajad Dimyati itu juga terseret operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Mahfud MD pun meminta dengan tegas agar para hakim agung tersebut mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Baca juga: Hakim Agung Tersangka KPK, Anggota DPR Beri Pesan hingga Sindir: Maju Tak Gentar Membela yang Bayar

Ditemui di Malang, Jawa Timur, Mahfud MD meminta agar kasus dugaan penyuapan hakim dan staf Mahkamah Agung itu diusut secara tuntas.

Selain itu, para hakim yang terlibat juga harus mendapat hukuman setimpal.

Menurut Mahfud MD, status para tersangka sebagai pemberi keadilan justru akan memperberat hukuman mereka.

"Ada hakim agung yang katanya terlibat kalau enggak salah dua, itu juga harus diusut, dan hukumannya harus berat juga, karena dia hakim," ujar Mahfud dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu (24/9/2022).

"Hakim itu kan benteng keadilan. Kalau sampai itu terjadi jangan diampuni."

Sudrajad Dimyati, Hakim Agung MA yang menjadi tersangka suap setelah terjaring OTT KPK - Berikut profil Sudrajad Dimyati. Terbaru profil Hakim Agung MA, Sudrajad Dimyati yang terjaring OTT KPK dan kini ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (24/9/2022).
Sudrajad Dimyati, Hakim Agung MA yang menjadi tersangka suap setelah terjaring OTT KPK  dan kini ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (24/9/2022). (kolase tribunnews)

Baca juga: VIDEO Sosok Sudrajad Dimyati, Hakim Agung MA yang Ditetapkan Tersangka setelah OTT KPK

Kemudian, Mahfud MS menekankan agar para hakim tersebut tidak dilindungi oleh pihak-pihak lain.

Ia mengatakan bahwa orang yang memberikan perlindungan akan mudah terungkap di tengah jaman digital saat ini.

"Dan jangan boleh ada yang melindungi karena sekarang jaman transparan, jaman digital," kata Mahfud MD.

"Anda melindungi, (maka) Anda akan ketahuan bahwa Anda yang melindungi dan Anda dapat apa. Gitu saja," pungkasnya.

Baca juga: VIDEO KPK Lakukan OTT Suap Penanganan Perkara di MA, KPK Prihatin Hakim Agung Ditangkap

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

KPK Tetapkan 10 Tersangka dan Tunjukkan Bukti

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved