Breaking News:

Terkini Nasional

Hakim Agung Tersangka KPK, Anggota DPR Beri Pesan hingga Sindir: Maju Tak Gentar Membela yang Bayar

Anggota Komisi III DPR RI menanggapi kabar ditetapkannya Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KOMPAS.com/ Irfan Kamil
Hakim Agung Kamar Perdata pada Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati menggunakan rompi oranye tahanan usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNWOW.COM - Kabar ditetapkannya Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai respons beragam dari para anggota Komisi III DPR RI.

Dilansir TribunWow.com, tak hanya sindiran, harapan dan imbauan disampaikan para wakil rakyat dari berbagai fraksi tersebut.

Namun, secara keseluruhan mereka menyayangkan sikap sang Hakim Agung dan komplotannya yang menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat pada proses pengadilan.

Baca juga: Ketua KPK Terbelalak Perlihatkan Brankas Bentuk Buku yang Disita saat OTT Hakim Agung: Luar Biasa

Diketahui, Sudrajad ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana bersama 9 orang lainnya.

Termasuk dirinya, sebanyak 6 orang dari Mahkamah Agung terlibat tindak pidana tersebut.

Sementara 4 orang lainya berasal dari debitur dan pengacara KSP Intidana.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Santoso menilai kasus ini telah mengubah persepsi masyarakat terhadap Mahkamah Agung.

"Posisi mereka sebagai wakil Tuhan (istilah yang diberikan masyarakat) di bumi dalam menciptakan dan menegakkan keadilan, telah bergeser menjadi adagium maju tak gentar membela yang bayar," sindir Santoso dikutip Kompas.com, Jumat (23/9/2022).

Ia mengaku khawatir perilaku Sudrajad akan berdampak pada pendapat masyarakat terhadap para hakim dan lembaga pengadilan.

"Rakyat sudah tahu perilaku para hakim saat ini bahwa mencari hakim yang baik dan jujur, seperti mencari sebutir berlian di samudera yang luas," ujar Santoso.

"Jika hakim semua berprilaku tidak sesuai dengan janji dan sumpah, lantas ke mana lagi rakyat mendapatkan keadilan."

Rapat Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal kasus pembunuhan Brigadir J digelar terbuka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Rapat Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal kasus pembunuhan Brigadir J digelar terbuka di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Baca juga: Sebut Lukas Enembe Organisasi Ratusan Massa di Papua, KPK: Situasi di Sana Berbeda dari Biasa

Terkait hal ini, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani berharap akan adanya perbaikan di tubuh Mahkamah Agung.

Terutama terhadap sikap mental hakim beserta jajarannya.

"Komisi III DPR meminta perlu Pimpinan MA RI memperbaharui kembali langkah dan kebijakan yang ada terkait dengan pembenahan sikap mental dan kultur baik hakim maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) non hakim-nya," beber Arsul dikutip Tribunnews.com, Jumat (23/9/2022).

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved