Konflik Rusia Vs Ukraina
Ungkit Gosip yang Beredar soal Israel, Zelensky Sindir Pelitnya Bantuan ke Ukraina: Saya Syok
Zelensky menyindir Israel yang tidak jor-joran dalam memberikan bantuan seperti AS dan negara-negara barat lainnya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Di sisi lain Ukraina menegaskan bahwa senjata-senjata tersebut diperlukan untuk bertahan dari serangan pasukan militer Rusia.
"Saya ingin pemerintah Israel untuk bergerak menjauh dari zona nyamannya dan kembali ke realita," kata Korniychuk.
Korniychuk turut menyampaikan bahwa Ukraina tidak mengemis dikirimkan senjata, ia menjelaskan Ukraina bersedia untuk membeli senjata milik Israel tersebut.

Baca juga: Inggris Sebut Putin Jadikan Kelaparan sebagai Senjata dalam Konflik Rusia Vs Ukraina
"Kami membutuhkan Iron Dome yang mana akan memungkinkan kami untuk melindungi warga sipil, perempuan dan anak-anak kami dari serangan misil pasukan Rusia," ujar Korniychuk.
Korniychuk mengatakan, Iron Dome tidak ia anggap sebagai senjata melainkan perlengkapan pelindung.
Sebelumnya diberitakan, seusai Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022), Ukraina menerima simpati dan bantuan dari banyak negara, khususnya negara-negara barat.
Israel adalah satu dari banyak negara yang turut memberikan bantuan kepada Ukraina.
Namun ada suatu permasalahan sehingga pemerintah Ukraina sempat mengeluhkan soal bantuan yang diberikan oleh Israel.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.tv, keluhan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk.
Korniychuk mengutarakan kekecewaannya karena pemerintah Israel enggan memberikan bantuan pertahanan.
Di hadapan para wartawan di Tel Aviv, Korniychuk lalu mengenakan helm bantuan Israel sambil menyampaikan sebuah sindiran.
"Tolong beri tahu saya bagaimana Anda bisa membunuh dengan benda ini? Ini tidak mungkin. Jadi saya tidak tahu apa yang ditakuti orang-orang ini," ujar Korniychuk pada Senin (7/3/2022) waktu setempat.
Kendati demikian, Korniychuk tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terkait upaya Israel menjadi mediator.
Baca juga: Ukraina Dibanjiri Bantuan Senjata, Polisi Swedia Khawatir Gangster Ikut Diuntungkan
Putin Minta Maaf pada PM Israel
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat meminta maaf pada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Kamis (5/5/2022).