Polisi Tembak Polisi
Pengacara Brigadir J Sebut Ferdy Sambo Tembak Bagian Kepala Belakang Yosua: Dia Penentu Kematian
Pengacara keluarga Brigadir J menyebut , Irjen Ferdy Sambo menembak kepala belakang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Irjen Ferdy Sambo disebut menembak kepala belakang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Hal itu disampaikan Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak dalam tayangan Kabar Petang di tvOne, Senin (19/9/2022)
Martin Simanjuntak mengatakan Ferdy Sambo menembak bagian kepala Brigadir J berdasarkan proses rekonstruksi dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang digelar kepolisian, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Setuju Kamaruddin Ungkap Isu Pernikahan Ferdy Sambo dengan si Cantik, Rohaniwan Ingatkan Konsekuensi
"Dari hasil rekonstruksi, Ferdy Sambo nembak juga dan dia menembak bagian kepala," ujar Martin.
Martin menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), ada dua luka fatal yang mengakibatkan Brigadir J meninggal.
Pertama luka tembak di dada dan kedua, luka tembak di kepala.
"Yang pertama di bagian dada karena langsung kehilangan darah sebanyak 700 ml. Kedua di bagian kepala belakang," kata Martin.
Dengan apa yang dilakukan Ferdy Sambo, Martin Simanjuntak menyebut mantan Kadiv Propam itu sebagai penentu kematian Brigadir J.
"Berdasarkan rekonstruksi yang menembak kepala belakang Ferdy Sambo. Jadi dia adalah penentu kematian Brigadir J," tegas Martin.
Dalam tayangan tersebut, Martin juga menanggapi kabar yang menyebut, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J akan mundur.
Martin menegaskan, kabar tersebut tidak benar alias hoax.
Baca juga: Ferdy Sambo Resmi Dipecat Tanpa Seremonial, DPR Minta Polri Tak Perlu Lagi Melakukan Upaya Pembelaan
Menurutnya, ada dua hal yang akan membuat tim pengacara keluarga Brigadir J mundur.
Yang pertama, kuasa mereka sebagai pengacara dicabut.
"Yang kedua, Tuhan Yesus datang untuk kedua kali."
"Selain itu, kita nggak akan pernah mundur. Tidak ada kata untuk mundur dalam perjuangaan ini," kata dia.