Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Penduduk Rusia Khawatir Ukraina Balas Lakukan Invasi setelah Berhasil Rebut Kembali Wilayahnya

Penduduk Rusia di kota Belgorod khawatir wilayahnya menjadi medan perang atau bahkan ganti dikuasai Ukraina.

AFP
Tiga rudal menghujani Kota Belgorod Rusia dan diduga diluncurkan oleh Ukraina, Senin (4/7/2022). Terbaru, penduduk Rusia di Belgorod khawatir jika perang akan menyasar ke wilayahnya, Minggu (18/9/2022). 

Di pasar pusat Belgorod, tentara bersiap untuk musim dingin, menandakan bahwa perang Rusia dapat berlangsung selama beberapa bulan mendatang atau bahkan lebih lama.

"Setiap hari, lusinan tentara datang, ada begitu banyak dari mereka sekarang (sejak dimulainya serangan balasan)," kata Marina, yang menjual barang-barang militer di pusat perbelanjaan.

"Setiap orang memiliki wajah muram ini. Lebih tegang sekarang.Saya melihat mereka membeli barang-barang ini, dan saya bertanya-tanya mengapa mereka belum memilikinya."

Ia menambahkan bahwa pasukan Rusia membeli makanan pokok dan peralatan memasak yang seharusnya dipasok oleh dinas militer.

Ukraina belum memberikan indikasi bahwa pihaknya bermaksud untuk melintasi perbatasan atau melakukan lebih dari sekadar merebut kembali wilayah yang diduduki oleh Rusia.

Baca juga: Leher Terjerat dan Tangan Diikat, Ini Kondisi Ratusan Mayat Izyum Diduga Warga Ukraina Korban Rusia

Rusia Diklaim Mulai Goyah

Sebelumnya, Menteri pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan Rusia tidak mungkin berhasil menduduki Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, hal ini dikarenakan negara-negara Barat telah menjanjikan 1,5 miliar euro (Rp 22,6 triliun) lebih untuk membantu meningkatkan militer Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

Menurut Ben Wallace, invasi Presiden Rusia Vladimir Putin telah goyah dan mulai gagal.

Baca juga: China Tuduh AS Ingin Ciptakan Perang Dingin Jilid 2 Lewat Konflik Rusia-Ukraina

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (11/8/2022), pada sebuah konferensi di Kopenhagen, 26 negara setuju untuk memberikan lebih banyak bantuan keuangan dan militer ke Ukraina.

Wallace mengatakan penting untuk memahami bahwa pertempuran dan hilangnya nyawa masih terjadi.

Ia juga menambahkan bahwa Rusia mulai gagal di banyak bidang.

"Invasi mereka telah terus-menerus dimodifikasi sejauh mereka benar-benar hanya fokus di bagian selatan dan timur, sangat jauh dari apa yang disebut operasi khusus tiga hari mereka," kata Wallace.

"Presiden Putin bertaruh pada Agustus mendatang atau beberapa bulan ke depan, kita semua akan bosan dengan konflik ini, dan komunitas internasional akan mempedulikan hal yang berbeda. Nah, hari ini adalah bukti sebaliknya."

Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022).
Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022). (AFP/ Alexander Nemenov)

Baca juga: Serang Ukraina, Pasukan Vladimir Putin Ternyata Pakai Komponen Barat, Rusia Gunakan Intel hingga AMD

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved